Amanah Githa Siapkan Rp1 miliar Bangun IT

NERACA

Jakarta - PT Asuransi Jiwa Syariah Amanah Giri Artha (Amanah Githa) akan menginvestasikan Rp1 miliar di 2013 untuk membangun sistem teknologi informasi (technology information/IT) yang menjadi andalan perseroan dalam menjaring calon nasabah dari Perusahaan Umum (Perum) Perhutani dan lembaga sumberdaya manusia (SDM) ESQ 165.

Direktur Utama Amanah Githa, Azwir Arifin, menuturkan pihaknya akan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan asuransi syariah melalui produk inovatif seperti Amar Investlink (produk untilink) dan Amar Pendidikan, dengan mengandalkan pengoperasian teknologi tinggi serta dukungan SDM profesional.

“Dalam pelayanan, kami memang mengandalkan teknologi seperti agensi, penawaran polis, serta website. Untuk produk andalan, Amar Investlink senjatanya karena kami berani menawarkan biaya yang kompetitif dan, tentunya, lebih banyak investasi,” ujar Azwir di Jakarta, Rabu (23/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya juga akan menanggung karyawan aktif Perum Perhutani sebanyak 24 ribu jiwa, 10 ribu peserta dan alumni serta 400 karyawan ESQ 165. Sehingga total pangsa pasar yang disasar perseroan sebesar 34.400 jiwa.

Menurut dia, dengan captive market (pangsa pasar) besar dari penggabungan pasar karyawan Perhutani, anggota dan alumni ESQ 165 yang tersebar di seluruh Indonesia diiringi strategi pemasaran agresif, Azwir optimis akan dapat menjangkau nasabah dalam jumlah besar dan memperkuat portofolio bisnisnya.

“Tiga tahun lagi, kami sudah menyiapkan 1.000 agensi asuransi syariah berlisensi. Tahun 2013, masih namanya corporate marketing,” tambahnya. Selain itu, meningkatnya kelas menengah yang produktif, pertumbuhan aset asuransi jiwa syariah dan pertumbuhan signifikan kontribusi atau premi juga menjadi angin segar bagi perkembangan bisnis asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Meskipun masih perusahaan baru, tetapi Amanah Githa menargetkan pendapatan premi tahun ini mencapai Rp150 miliar serta membuka empat kantor cabang. Keempat kantor cabang itu terdapat di Bandung Jawa Barat, Semarang Jawa Tengah, Surabaya Jawa Timur, serta di kantor pusat Perhutani yang berlokasi di Manggala Wanabhakti, Jakarta.

Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), densitas industri asuransi komersial mencapai Rp603.800 hingga kuartal III 2012. Nilai itu meningkat dibandingkan akhir tahun 2011 yang sebesar Rp547.130 dan Rp 432.820 pada 2010.

Sedangkan total premi bruto per akhir September 2012 mencapai Rp145,52 triliun alias tumbuh pesat dibandingkan akhir 2011 yang sebesar Rp 131,86 triliun. Sementara Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mengatakan, tahun 2010 premi asuransi syariah mencapai Rp4 triliun dan tahun 2011 sebesar Rp4,97 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 30%.

Densitas adalah perbandingan premi dengan jumlah penduduk atau rata-rata pengeluaran masyarakat berasuransi. Sedangkan Premi bruto adalah gabungan pendapatan premi baru dengan premi lanjutan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun

Rizal Ramli Ajukan Ganti Rugi Rp1 Triliun  NERACA Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli mengajukan ganti rugi sebesar Rp1 triliun…

Jasa Raharja Targetkan Laba Rp1,6 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan perolehan laba 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Angka tersebut…

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…