Perlengkap Investasi, BEI Tambah Aturan Baru DIRE

NERACA

Jakarta – Meskipun produk dana investasi real estate (DIRE) sebagai investasi baru di pasar modal, namun peminatnya cukup banyak. Maka untuk memperlengkap investasi tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambah aturan pencatatan dan perdagangan produk DIRE.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan BEI Samsul Hidayat mengatakan, pihaknya akan menambah aturan baru untuk produk DIRE berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK) dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), “Sebenarnya kajiannya sudah lama dilakukan Bapepam-LK dan kami hanya menambah aturan pencatatan dan perdagangan untuk realisasinya,”katanya di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut dia, Bapepam-LK sudah melakukan kajian sejak 2007 dan BEI mentargetkan aturan produk DIRE itu dapat selesai di awal 2013. Disebutkan, Bapepam-LK sudah mengatur produk itu di dalam beberapa aturan seperti Peraturan Bapepam-LK No. IX.C.15 tentang Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran oleh DIRE berbentuk KIK dan Peraturan Bapepam-LK No. 16 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dalam rangka Penawaran Umum oleh DIRE berbentuk KIK.

Selain itu, Peraturan Ketua Bapepam-LK No. IX.M.1. tentang Pedoman Bagi Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang melakukan pengelolaan DIRE berbentuk KIK dan Peraturan Bapepam-LK No. IX.M.2. tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif DIRE berbentuk KIK.

Dia mengemukakan PT Ciptadana Asset Management telah mengeluarkan produk DIRE dan menargetkan akan melakukan pencatatan perdananya di kuartal I 2013. Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan produk DIRE di luar negeri dicatatkan dengan nama "real estate investment trust" (REITs) dan diharapkan dapat menjadi pilihan investasi yang mendorong industri properti dan real estate di Indonesia.

Kata Hoesen, aturan yang tengah diproses BEI itu akan memiliki beberapa daya tarik bagi investor dalam bertransaksi di produk DIRE karena tidak jauh berbeda dengan produk REITs yang diterapkan di negara lain seperti Singapura.

Direktur Pemasaran PT Ciptadana Asset Management (CAM), Paula Rianty Komaruddin pernah bilang, investasi dari produk DIRE Ciptadana memberikan potensi keuntungan dari pertumbuhan sektor ritel dan properti di Indonesia. Selain itu, potensi keuntungan lain adalah berupa capital gain, penghasilan sewa menyewa, serta pembagian hasil investasi setiap 3 bulan.

DIRE Ciptadana merupakan produk investasi dengan penyertaan unit aset Solo Grand Mall, yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Untuk produk investasi baru ini, CAM menargetkan dana kelolaan maksimal sebesar Rp420 miliar.

Nilai dana kelola tersebut, lanjut dia masih akan mengalami peningkatan di tahun depan, tergantung akusisi mall yang akan dilakukan perusahaan. “Setelah ini listed, kami mengincar beberapa mall untuk diikutsertakan dalam penyertaan DIRE.” ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Moodys Pangkas Peringkat Alam Sutera

NERACA Jakarta - Perusahaan pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan peringkat utang PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dari menjadi Caa1…

Express Trasindo Masih Merugi Rp 275,5 Miliar

NERACA Jakarta –Persaingan bisins transportasi online masih menjadi tantangan bagi PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI). Performance kinerja keuangan perseroan…

Martina Berto Bukukan Rugi Rp 66,94 MIiliar

NERACA Jakarta –Bisnis kosmetik PT Martina Berto Tbk (MBTO) sepanjang tahun 2019 kemarin masih negatif. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi…