Perlunya Pertumbuhan Berkualitas

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mencapai 6,3%, sementara BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia Januari-Nov. 2012 mencapai 6,1%. Hal ini didukung oleh sektor transportasi dan komunikasi dengan laju pertumbuhan tertinggi mencapai 10,3%.

Namun target dan optimisme pemerintah bahwa ekonomi Indonesia pada 2012 diyakini tumbuh 6,5% tampaknya bakal sulit terealisasi, karena harga pangan dunia cenderung naik dan ketidakpastian kondisi ekonomi global belakangan ini. Meski demikian, tingkat pertumbuhan di negeri ini masih tercatat cukup bagus di antara negara lainnya di kawasan Asia.

Yang penting sekarang, bagaimana caranya pertumbuhan ekonomi kita dapat berkualitas, sehingga mampu memperkuat fondasi ekonomi domestik dan sektor primer yang berkaitan langsung dengan rakyat, serta berdampak pada kesejahteraan masyrakat agar tingkat kemiskinan dan pengangguran dapat diminimalkan.

Artinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia seyogianya tidak lagi bertumpu pada eksploitasi yang berbasis pada sektor sumber daya alam (SDA). Oleh karena itu, kemajuan ekonomi harus lebih bertumpu pada investasi tinggi untuk peningkatan bidang research and development (R&D) atau inovasi untuk mendongkrak nilai tambah, khususnya di sektor tradeable. Karena selama ini sektor non-tradeable yang memberikan kontribusi positif atas neraca perdagangan Indonesia.

Kita juga merasa prihatin atas ketertinggalan negeri ini dalam hal inovasi dengan menduduki peringkat bawah dalam kelompok negara G-20, apalagi menjelang diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) 2015 yang sudah di depan mata. Nah, untuk mengantisipasi dan menghadapi ketidakpastian ekonomi global tersebut, kewirausahaan yang berinovasi perlu lebih digalakkan dan diberdayakan secara integral.

Apalagi terkait dengan kebutuhan rakyat, pemerintah saatnya melindungi serta memberikan ruang, kesempatan, dan membuka akses dalam bidang ekonomi (modal), pendidikan untuk tumbuh, berkembang, bermobilitas vertikal, dan berproduktivitas tinggi hingga menjadi kuat dan berdaya saing. Masyarakat pun nantinya tidak terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan yang berkepanjangan, yang pada akhirnya berujung kesejahteraan akan meningkat.

Untuk itu program kewirausahaan misalnya, dapat dilakukan melalui pelatihan peningkatan produktivitas, daya saing, kinerja, pengetahuan metode baru, keterampilan, kualitas barang/ produk, utilitas, kapasitas, kompetensi sumber daya manusia (SDM), sikap, mental, dan perilaku. Khususnya, dalam mengomersialkan produk atau jasa serta meningkatkan jaringan usaha, berani memanfaatkan dan mengambil peluang untuk bersaing dan berdaya saing global di mancanegara.

Ke depan, kita harus mampu mewujudkan inovasi yang mampu membuat akses pemasaran dan distribusi ke pasar hingga potensial, penguasaan dan adopsi teknologi baru untuk inovasi, inovasi produk secara keseluruhan dengan gagasan bersifat kreasi baru yang bersifat memperbarui, memperkenalkan, mengembangkan strategi, dan menciptakan ide kreatif sesuatu produk baru serta mendesain program untuk produk baru, semuanya merupakan kunci daya saing wirausaha.

Tanpa inovasi dengan mewujudkan ide kreatif di lapangan, pengeluaran anggaran negara yang dipakai akan sia-sia dan hanya akan terbuang tanpa manfaat. Oleh karena itu, wirausaha perlu diperluas dengan akses yang murah agar lebih mudah memakai hasil-hasil inovasi lembaga penelitian yang dibiayai anggaran negara. Dengan demikian, akan dihasilkan produk yang berkualitas dengan nilai tambah khusus hingga ke depan, niscaya akan lebih agresif, memacu daya saing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berkesinambungan di masa depan. Semoga!

BERITA TERKAIT

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…

Perlonggar Likuiditas, Jika Ingin Memacu Pertumbuhan

Oleh: Piter Abdullah R, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Untuk pembenahan sektor manufaktur, kuncinya adalah bagaimana…

Perlunya Sinergitas Semua Pihak Tangkal Radikalisme

  Oleh : Farhan Trias H, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan             Maraknya penyebaran paham radikal semakin masif di tanah air. Tidak…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Pesta Demokrasi Aman dan Damai

Sedikitnya 195 juta warga telah melaksanakan kewajibannya memilih sekitar 245 ribu caleg dari seluruh tingkatan dan dua pasangan calon presiden…

Jaga Ekonomi Politik Stabil

Di tengah hiruk pikuk politik yang makin memanas jelang Pemilu 2019, kondisi ekonomi tampaknya telah memisahkan diri (decoupling) dari politik…

Mengerek Rasio Pajak

Menarik sekali dalam debat terakhir Pilpres 2019, Sabtu (13/4) malam, Capres Prabowo berambisi meningkatkan  menuju rasio pajak (Tax Ratio) 16%…