Jelang Go Public, Citilink Perkuat Network di Regional

NERACA

Jakarta- Komitmen menjaga performance kinerja keuangan, operasional dan ketepatan waktu dalam jam penerbangan, adalah langkah awal bagi Citilink Indonesia untuk go public di tahun 2014 mendatang. Bahkan perseroan pasca spin off dari Garuda Indonesia, kini dituntut mandiri. Salah satu langkah yang dilakukan perseroan adalah dengan memperkuat network dan termasuk rencana membuka rute regional.

CEO Citilink Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, membuka rute baru di kawasan regional adalah bagian dari rencana perseroan untuk go public, “Dengan membuka rute baru di kawasan regional, nantinya nama Citilink akan lebih terkenal dan tentunya saham yang bakal dilepas akan terserap di pasar,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Saat ini, lanjutnya, tahun 2013 banyak menambah penerbangan domestik. Periode ini untuk network ekspansion dan 2014 baru mulai masuk regional. Rencananya, perusahaan berencana menjadikan Makassar hub utama Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan membuka rute baru dari Makassar ke Balikpapan, Banjarmasin, Yogyakarta, Bandung, dan Medan pada 2013. “Citilink akan menjadikan Makassar hub utama kawasan timur Indonesia (KTI) pada 2015 dengan membuka 11 rute penerbangan.” ujarnya.

Bahkan untuk kedepannya, kata Arif, Citilink selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin bepergian ke berbagai wilayah Indonesia. Pihaknya mencatat, sepanjang tahun 2012 perseroan telah menambah 21 armada yang terdiri dari 7 boeing 237 dan 14 airbus 230.

Tambah Armada

Penambahan armada tersebut, ditargetkan bisa meng-generate 100 penerbangan per hari. Sementara pada tahun 2013, pihaknya akan menambah sekitar 10 airbus 230 dan turboprop yang bisa menambah frekuensi terbang sebanyak 190 kali per hari.

Berdasarkan jumlah armada yang ditargetkan, perseroan mengekspektasikan dapat meningkatkan jumlah penumpang pada 2013. “Sebanyak 7,2 sampai 7,8 juta penumpang dengan jumlah rute tahun depan 23 rute untuk airbus 230” ucapnya.

Sampai dengan akhir tahun ini, perseroan menargetkan dapat mencapai 4 juta penumpang dengan traffic per hari traffic yang mencapai 13 ribu. Meskipun hanya bersisa 4 minggu ke depan, pihaknya optimistis dapat mencapai 3,5 juta penumpang dengan adanya rencana perusahaan untuk menambah 3 airbus pada minggu depan sehingga dapat menambah 150 penumpang dalam satu kali frekuensi.

Arif menambahkan, dalam upaya peningkatan layanan terhadap pelanggan, pihaknya juga telah meluncurkan website yang lebih interaktif untuk melayani pengunjungnya. Website tersebut memberi ruang bagi pelanggan untuk berkomunikasi secara langsung melalui laman Citilink Story. Layanan tersebut juga dimanfaatkan perseroan sebagai promosi daerah.

Adapun program baru yang mengeksplorasi daerah terpencil di Indonesia, pihaknya juga menghadirkan pesawat propeller yang baru dimiliki Citilink sehingga masyarakat Indonesia dan internasional bisa lebih mudah masuk ke daerah. (lia/bani)

BERITA TERKAIT

Jelang Imlek, Hotel di Singkawang Nyaris Penuh

Jelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang notabene masih tiga pekan lagi, hotel-hotel di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat,…

Lawan Penyakit dengan Perkuat Kekebalan Tubuh

Cuaca sedang tak menentu. Sejenak udara terasa panas menyengat, sejenak lagi hujan deras menghantam. Cuaca demikian membuat tubuh mudah terserang…

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal

BPOM: UU POM Akan Perkuat Penindakan Produk Ilegal NERACA Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…