Pemerintah Pastikan Buka Keran Impor Daging

NERACA

Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk kembali membuka kran impor daging sapi. Ini menyusul kenaikan harga di beberapa daerah seminggu dalam seminggu terakhir. Keputusan berdasarkan rapat pemerintah yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Dengan dibukanya kran impor ini diharapkan kelangkaan dan harga sapi kembali normal.

"Sudah turun sedikit. Tapi kita akan sikapi. Pak Hatta sudah keluarkan statenment bahwa impor akan kita buka lagi untuk daging. Mudah mudahan bisa," jelas Menteri Perdagangan Gita Wiryawan di Jakarta, Senin (26/11).

Gita menjelaskan saat ini pemerintah masih mengkaji banyaknya impor daging sapi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Kementerian terkait seperti Kementerian Pertanian masih mengkaji kebutuhan pasokan daging sapi dalam negeri. "Untuk stabilisasi harga apapun yang harus dilakukan. Cuma penyikapan impor. Tapi kita akan kaji mengenai pasok dari dalam negeri. Apakah cukup atau tidak," jelas Gita.

Pemerintah berencana akan kembali mengimpor pada Desember mendatang. Ini dilakukan untuk stabilisasi harga. Sampai tahun ini kuota kebutuhan daging sapi di Indonesia mencapai 38 ribu ton. Kemungkinan akan terus naik. Namun pemerintah mewacanakan tidak akan menaikkan kuota impor di tahun besok. "Nggak (naik) 2013," tandas dia.

Beberapa waktu lalu Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang meminta kepada pemerintah untuk membuka impor sapi pada 2013 mendatang untuk memenuhi kebutuhan nasional khususnya DKI Jakarta. “Tidak ada jalan lagi, kecuali membuka kran impor sapi dari luar. Pemerintah jangan melihat data di atas kertas, tetapi lihat kenyataan di lapangan. Pasokan sapi lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat,” kata Sarman.

Sarman mengatakan, pasca dikeluarkannya keputusan pemerintah perihal pembatasan impor sapi membawa dampak khususnya bagi warga Jakarta. Pasalnya, kebutuhan daging sapi untuk masyarakat Jakarta semuanya dari daerah. “Luar maksudnya itu, sapi lokal dan sapi impor, kan tidak ada peternakan sapi di Jakarta. Pembatasan impor itu mengancam Ibukota. Pemerintah perlu mengevaluasi pembatasan impor sapi,” ujarnya.

Sarman mengungkapkan, semenjak dibatasi impor, harga daging sapi terus melonjak dan tidak pernah stabil.”Idealnya harga daging sapi sekitar 65 hingga 75 ribu per kilo. Tapi, harga di pasaran saat ini pada kisaran 80 sampai 90 ribu per kilo,” ungkapnya.

Selain itu, dia menuturkan, pasokan daging sapi di Jakarta semakin terancam karena Dinas Peternakan Jawa Timur telah melarang sapi hidup dibawa keluar ke daerah lain.”Kami sudah melaporkan hal ini ke Gubernur DKI, Joko Widodo untuk segera dicari solusi agar pasokan daging di Ibukota bisa terpenuhi,” tuturnya.

Jokowi, tambahnya, berjanji akan menggelar pertemuan khusus bersama Menteri Pertanian terkait pemenuhan kuota pasokan daging sapi di Jakarta. “Perkiraan kebutuhan daging di wilayah DKI mencapai 50 ribu ton per tahun,” tambahnya.

Tambah Pasokan

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi memaparkan kalau saat ini pemerintah memutuskan untuk menambah pasokan daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta yaitu dari 22.000 ekor sapi yang dialokasikan khusus untuk Ibu Kota. Hal tersebut dilakukan agar harga daging sapi di Jakarta tidak kembali bergejolak.

Lebih jauh lagi Bayu mengungkapkan pasokan sapi untuk wilayah Jabodetabek sebanyak 22.000 akan dipenuhi sampai dengan awal tahun 2013.”Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian bahwa sampai akhir tahun 2013, akan menambah pasokan sapi sebanyak 22.000,” ujar Bayu.

Pasokan sapi tersebut, imbuh dia, berasal dari perusahaan penggemukan sebanyak 17.000 dan 5.000 dari peternakan perorangan. Semua sapi akan didatangkan dari lokal, salah satunya dari Nusa Tenggara Barat.

Dia menambahkan, memang saat ini pasokan sapi sangat sulit sehingga membuat pedagang sapi melakukan aksi mogok berjualan. Selain itu, untuk bisa memenuhi pasokan sapi dalam negeri, pengutamaan jenis dan kualitas sapi menjadikan pasokan daging sapi perlu waktu yang lebih lama.

Di sisi lain, kapasitas Rumah Potong Hewan yang hanya 300 ekor sapi per hari membuat pasokan daging sapi juga tersendat. “Jadi, kemungkinan harus menunggu 2 bulan untuk proses menjadi daging,” imbuh Bayu.

Komite Daging Sapi (KDS) Jakarta Raya menduga hilangnya daging sapi di Jakarta disebabkan karena kebijakan pemerintah yang dinilai tidak siap dalam membatasi impor daging sapi di Indonesia. Daging sapi impor yang dipangkas 34.000 ton menjadikan pasokan daging sapi lokal terserap untuk industri.

Berdasarkan kajian KDS, tahun ini kebutuhan daging sapi baik dari industri horeca maupun di pasaran mencapai 85.000 ton. Namun, kuota impor hanya sebesar 74.000 ton. Sebesar 45 % kebutuhan daging tersebut digunakan untuk industri kecil dan menengah. Harga daging sapi di Jakarta sempat menyentuh angka Rp 100.000 per kilogramnya. Bahkan pada akhir tahun, jika tidak ada jalan keluar dari pemerintah harga daging sapi ini diprediksi akan mencapai Rp 120.000 per kilogramnya.

BERITA TERKAIT

Buka 20 Gerai Baru di 2019 - Mega Perintis Pacu Kapasitas Produksi

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-56 di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018,…

Ragukan Data Pemerintah, Pengusaha Lebih Suka Cari Data Sendiri

    NERACA   Jakarta – Direktur Eksekutif Petani Centre Entang Sastraatmaja menilai pengusaha lebih suka mencari data sendiri ketimbang…

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT

Menggugat Tanggung Jawab Pemerintah dan Lion Air Pasca Rekomendasi KNKT NERACA Jakarta - Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air, JT 610…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Produk Unggulan Indonesia Dipromosikan di Australia

NERACA Jakarta – Produk usaha kecil menengah (UKM) unggulan Indonesia dipromosikan di pasar Australia melalui kerja sama Smesco Indonesia dengan…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…