Terbitkan Obligasi, Jaya Ancol Matangkan Bisnis Properti

NERACA

Jakarta – Masih berprospeknya bisnis properti tahun depan, menjadi dorongan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) untuk lebih agresif lagi untuk bisnis yang satu ini. Bahkan untuk memuluskan ekspansi bisnisnya di sektor properti, perseroan bakal menerbitkan obligasi.

Berdasarkan siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin, perusahaan hiburan milik pemerintah DKI Jakarta ini bakal menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar. Rencananya, surat utang ini akan diterbitkan dalam dua seri. Nantinya, dana hasil dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pengembangan usaha, juga penyertaan moda di salah satu anak usaha perseroan.

Disebutkan, antara lain Rp100 miliar untuk penyertaan modal kepada ekuitas anak perusahaan dengan kepemlikan sebesar 99,95%, TIJA yang bergerak dalam bidang rekreasi, resor, perdagangan, dan jasa. Dana yang digunakan untuk mendanai sebagian biaya pembangunan hotel di kawasan Putri Duyung dan penambahan wahana baru di Dunia Fantasi. Sisanya untuk mendanai sebagian biaya pembangunan perumahann Coastavilla yang terletak di Kawasan Ancol Timur.

Obliugasi seri A akan diterbitkan dengan tenor tiga tahun sementara seri B bertenor lima tahun. Suku bunga untuk dua seri obligasi yang dapat peringkat AA- dari Pefindo ini masih belum ditentukan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dalam hajatan ini adalah Indopremier Securities dan Mandiri Sekuritas. Sedangkan PT Bank Permata ditunjuk sebagai wali amanat.

Adapun jadwal sementara adalah masa penawaran awal 26 November-7 Desember 2012, tanggal efektif 17 Desember 2012, masa penawaran umum 19-20 Desember 2012, tanggal penjatahan 21 Desember 2012, tanggal distribusi obligasi secara elektronik 27 Desember 2012, serta tanggal pencatatan di BEI 28 Desember 2012.

Dalam rangka penerbitan surat utang ini, perseroan menggunakan buku laporan keuangan Juni. Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan peningkatan pendapatan usaha 5,90% menjadi Rp452,564 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp427,370 miliar. Laba komprehensif menurun menjadi Rp64,746 miliar.

Per Desember 2011 pemegang saham perseroan adalah Pemerintah Daerah DKI dengan kepemilikan sebesar 72%, PT Pembangunan Jaya sebesar 18% dan masyarakat sebesar 10%.

Terkait pengembangan usaha, pada tahun ini perseroan menyiapkan belanja belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp974,42 miliar atau meningkat 50,83% dari capex tahun lalu yang sebesar Rp646 miliar. Selain berasal dari kas internal, dana belanja modal ini akan diperoleh perseroan dari pinjaman perbankan.

Kembangkan Kawasan Industri

Asal tahu saja, pada tahun ini, perseroan bakal membangun sejumlah wahana baru khususnya di Dufan dan Eco Park. Ancol juga tengah menaksir sejumlah lahan di daerah Surabaya, Medan dan Jakarta dengan luas sekitar 100–200 hektare. Produk yang akan dikembangkan di lokasi tersebut adalah properti untuk kelas menengah dan atas.

Selain itu, perseroan melakukan ekspansi ke kawasan industri untuk menambah portofolio bisnis. Perseroan siap mengembangkan sayap bisnis baru itu melalui PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda, Jakarta.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi pernah bilang, pihaknya bakal mengembangkan kawasan industri dengan jenis industri ringan seperti elektronika. "Ini memang ekspansi pertama kita ke kawasan industri. Dengan lokasi di Marunda, lebih pas untuk industri yang light atau ringan," ujarnya,

Dia mengungkapkan, ekspansi ini merupakan bagian dari rencana perseroan jangka menengah. PJAA bakal memulai proyek ini pada akhir tahun 2013 mendatang. Saat ini, progres proyek sedang melakukan pematangan studi perencanaan.

Budi mengungkapkan, di lokasi itu bakal dilengkapi dengan pelabuhan dan pergudangan. Proyek ini juga diakuinya seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi dan tengah dipacunya pembangunan infrastruktur di tanah air. PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda (KEK Marunda) sendiri merupakan perusahaan patungan yang dibentuk PJAA dengan PT Jakarta Propertindo dengan PT Pembangunan Jaya. Dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor dalam PT KEK, perseroan mengambil saham sebesar 25%, PT Jakarta Propertindo 25%, dan PT Pembangunan Jaya 50%.

Nilai investasi proyek tersebut, mencapai Rp 3 triliun. Pendanaan bakal dibagi sebesar 30% dari ekuitas masing-masing perusahaan dan 70% dari pinjaman. Dengan demikian, porsi ekuitas Rp 600 miliar dan dengan nilai saham Ancol 25%, maka modal yang harus disetor oleh perseroan sebesar 150 miliar rupiah.

Ancol juga pernah menggandeng PT Jaya Real Property untuk mengembangkan kawasan Ancol Barat. Nilai total proyek tersebut mencapai Rp 500 miliar dan akan dimanfaatkan untuk proyek properti. Berbeda dengan KEK Marunda, penyertaan modal PJAA dilakukan dengan kontribusi lahan seluas 9,74 hektare dengan nilai setara Rp 134,58 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

Armada Jaya Patok IPO Rp 288 Per Saham

Calon emiten transportasi, PT Armada Berjaya Trans Tbk mendapat pernyaataan efektif penerbitan 150 juta lembar saham baru seharga Rp288 per…

Polda Metro Jaya Ringkus Pasutri Kasus Penipuan Valuta Asing

Polda Metro Jaya Ringkus Pasutri Kasus Penipuan Valuta Asing NERACA Jakarta - Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…