Kemendag Siap Hapus Hambatan Perdagangan Listrik dan Elektronik - Sambut Pasar Tunggal ASEAN

NERACA

Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya terhadap pembentukan pasar tunggal ASEAN dengan menghapus hambatan perdagangan untuk produk peralatan listrik dan elektronik. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pada pembukaan Sidang Ke-14 Joint Sectoral Committee on Electrical and Electronic Equipment (JSC EEE) yang diselenggarakan di Yogyakarta, seperti tertuang dalam siaran pers yang dikutip Neraca, Selasa (20/11).

Komitmen Pemerintah Indonesia ditunjukkan melalui terbitnya Peraturan Presiden No 79 tentang Ratifikasi Perjanjian ASEAN Harmonised Electrical and Electronic Equipment Regulatory Regime (AHEEERR) pada Desember 2010. Langkah yang sama diikuti negara anggota ASEAN dan digenapi Thailand pada 16 Oktober 2012.

Kemajuan dalam harmonisasi standar dan penilaian kesesuaian produk peralatan listrik dan elektronik di kawasan ini diharapkan menjadi sebuah pencapaian tersendiri bagi negara-negara anggota ASEAN dalam meningkatkan arus perdagangan intra-ASEAN menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Wamendag menjelaskan bahwa telah terjadi pergeseran mendasar dari kekuatan lama di kawasan Barat ke negara-negara Asia, di antaranya ASEAN. Pertumbuhan ekonomi dunia telah banyak didukung oleh pertumbuhan di Asia, terutama China dan India.

"ASEAN sebagai kesatuan ekonomi memiliki peran penting dalam membentuk prestasi yang berkembang di Asia, sementara kekuatan ekonomi tradisional, seperti Amerika dan Eropa, melambat," ujarnya.

Berdasarkan data ASEAN Community in Figures (ACIF) 2012, estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) dunia tahun 2011 mencapai 70,16 triliun dollar AS, sementara Uni Eropa dan Amerika Serikat masing-masing mencapai 17,45 triliun dollar AS dan 15,23 triliun dollar AS. Total PDB ASEAN sudah mencapai 2,1 triliun dollar AS dengan kontribusi Indonesia sekitar 846 miliar dollar AS (40,94 persen).

Sidang JSC EEE Ke-14 ini dihadiri 57 delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN kecuali Myanmar dan Kamboja serta perwakilan Sekretariat ASEAN dan International Electrotechnical Commission (IEC)

Berdasarkan data Electronic Marketer Club (EMC), penjualan produk elektronik sepanjang Januari - September 2012 melonjak 28% menjadi Rp 21,4 triliun. Di periode yang sama tahun lalu, penjualan elektronik hanya Rp 17,4 triliun.

Di tempat berbeda, Rudyanto, Ketua Electronic Marketer Club menyatakan salah satu penyebab pertumbuhan penjualan tersebut lantaran pertumbuhan bisnis televisi di periode tersebut tumbuh 19% dibanding tahun lalu. "Motor penggerak penjualan elektronik ada di televisi, kulkas dan pendingin ruangan. Untuk televisi karena adanya pergeseran tren dari televisi tabung ke televisi layar datar," katanya

Masuknya kulkas dan ruangan pendingin lantaran adanya tren di masyarakat bahwa kulkas dan AC (air conditioner) atau pendingin ruangan merupakan produk nomor dua yang wajib dimiliki setelah televisi. Selain penetrasi pasar yang masih rendah. Ia memberi contoh pasangan yang baru menikah dimana setelah membeli televisi pasti membeli kulkas dan AC. Meski tumbuh, pabrikan elektronik menilai pertumbuhan bisnis elektronik tahun ini melambat lantaran adanya imbas krisis global.

Sebelumnya, mereka menargetkan bisa meraup total penjualan sebabanyak Rp 27 triliun tahun 2012 ini. Namun target tersebut mereka pangkas menjadi Rp 26 triliun atau masih tumbuh 12,5% dari hasil penjualan elektronik 2011 yang sebesar 24 triliun. Nah, pebisnis elektronik berharap, adanya momen Natal dan Tahun Baru di kuartal IV ini diharapkan bisa mengejar target bisnis yang dicanangkan tahun ini.

Manajer Humas dan Pemasaran PT Hartono Istana Teknologi, merek Polytron, Santo Kadarusman menyatakan, penjualan Polytron di semester I tahun ini tumbuh 15% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sayang, Santo mengaku sulit menerangkan target penjualan untuk masing-masing produk elektronik Polytron di semester dua ini. "Yang jelas pertumbuhan paling cepat adalah kulkas. Lantas diikuti AC, mesin cuci dan water dispenser," paparnya.

Kiat anak usaha Grup Djarum ini yang kerap mengeluarkan produk elektronik rumah tangga (home appliances) baru tahun ini terbilang manjur. Porsi penjualan home appliances sudah 45% tahun ini. Padahal tahun lalu masih 30%. Sisanya adalah produk audio video.

BERITA TERKAIT

Hasil Assessment dan Kajian - 10 Pemda Siap Terbitkan Obligasi Daerah

NERACA Jakarta –Besarnya minat pemerintah daerah menerbitkan obligasi diakui langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dikarenakan, instrumen obligasi…

Konsumen Bisa Jual Listrik Panel Surya ke PLN

    NERACA   Jakarta – Kelebihan daya dari pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap atau panel surya dapat…

Harga Minyak Naik Didukung Optimisme Perdagangan

NERACA Jakarta – Harga minyak terus menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar didukung oleh tanda-tanda kemajuan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Wacana Kenaikan HPP Gula Bisa Dorong Biaya Produksi UMKM

NERACA Jakarta – Wacana untuk menaikkan HPP gula akan membawa dampak bagi industri, salah satunya berpotensi menambah biaya produksi UMKM.…

Produk Indonesia Jelajah Lebih dari 100 Negara

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengaku senang karena ada produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari…

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…