Menyusul Taksi Express, Blue Bird Rencanakan IPO 2013 - Lepas Saham Publik 40%

NERACA

Jakarta – Kesuksesan PT Express Transindo Utama Tbk (Express Group) dalam penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dipasar modal, bakal di ikuti oleh pesaingnya dibidang yang sama PT Blue Bird Group. Pasalnya, perseroan berencana menawarkan saham perdana di pasar modal pada pertengahan tahun depan.

Vice President of Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo mengatakan, saham yang akan ditawarkan dalam IPO sebanyak 40%, “Rencana pertengahan 2013 IPO-nya. Proses telah dilakukan, seperti memilih auditor dan kita hanya tinggal melihat keadaan pasar saja,"katanya di Jakarta,Selasa (6/11).

Menurutnya, alasan melaksanakan IPO dimaksudkan untuk mendekatkan layanan bisnis perseroan dibidang transportasi lebih dekat ke masyarakat. Termasuk, tak terkecuali para pegawai Blue Bird sendiri, “Core business kita bisa lebih dekat ke masyarakat. Jadi misalnya, pengemudi taksi juga diperbolehkan membeli sahamnya dan juga masyarakat luas," tandasnya.

Lebih jauh Noni berharap kondisi pasar cukup stabil di tahun 2013 mendatang. Dia memastikan, IPO akan berjalan jika suasana pasar tetap dalam keadaan baik. Mengenai besaran saham yang akan dilepas ke publik, Noni menyampaikan tidak akan lebih dari 40%, “Ya antara 20% sampai 40% lah. Nanti dalam waktu dekat kita umumkan lagi. Tepatnya saat ini belum bisa di-share," ungkapnya.

Lebih Dahulu

Sebelumnya, pesaingnya PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mencatatkan harga (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 560 per lembar. Dengan melakukan penawaran tersebut, perseroan diproyeksikan memperoleh dana segar Rp588 miliar dari 1,051 lembar jumlah saham yang dilepas.

Direktur Keuangan PT Express Transindo, David Santoso pernah bilang, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi regular dan penambahan modal kerja, “Rencananya, sebesar 63% dari dana yang diraih akan digunakan untuk pengembangan taksi regular, pembayaran pokok utang BCA sebesar 20% dan pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA sebesar 0,75%, serta penambahan modal kerja sebesar 1%,”tuturnya.

Sementara sebesar 16%, lanjut David akan digunakan untuk akuisisi 100% kepemilikan di PT Express Mulia Kencana. “Nilai investasi akuisisi perusahaan taksi PT Ekspress Mulia Kencana (EMK) diperkirakan Rp67,001 miliar untuk 2.000 unit kendaraan, dan proses akuisisi kemingkinan bisa selesai pada selesai semester I 2013,” jelasnya.

Cipaganti IPO

Hal yang sama juga bakal dilakukan perusahaan jasa transportasi PT Cipaganti Citra Graha. Kala itu, perseroan menyampaikan niatannya untuk IPO akhir Desember, seiring menunggu pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Rencana Cipaganti IPO molor dari rencana awal pertengahan tahun 2012.

Sekretaris Perusahaan PT Cipaganti Citragraha, Cece Kadarisman mengatakan, sebelum mencatatkan sahamnya di pasar modal, perseroan menargatkan menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dan pendapatan sekitar Rp700 miliar pada 2012, "Kami menargetkan laba bersih sekitar Rp80 miliar dan pendapatan sekitar Rp700 miliar pada 2012. Hingga Juni 2012, kami mencatatkan laba bersih sekitar Rp41 miliar,”tandasnya.

Dia menuturkan, perseroan rencananya akan melepas sebanyak 23%-25% saham ke publik dengan target dana sekitar Rp250 miliar-Rp300 miliar. Nantinya, dana hasil penawaran saham perdana digunakan untuk investasi sekitar 85% dan 15% untuk menambah modal kerja, yaitu penambahan aramada 1.500 unit. (bani)

BERITA TERKAIT

Aturan Taksi Daring Berlaku Desember

  NERACA   Jakarta - Peraturan baru taksi daring dalam bentuk Peraturan Menteri (PM) mulai berlaku Desember, menggantikan Peraturan Menteri…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…