Upaya Tingkatkan Kesadaran Masyarakat - Program Bulan Kesehatan Gigi Nasional

NERACA

Masalah gigi berlubang menjadi salah satu fokus utama Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012 kali ini. Pasalnya, masih banyak didapati keluhan seputar kesehatan gigi baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dan itu, tidak bisa dibiarkan hingga parah karena akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk dampak fisik dan psikologis pada masa pertumbuhan, termasuk risiko tinggi perawatan dan berkurangnya waktu belajar di sekolah.

Kebanyakan penderita sakit gigi di Indonesia berakibat kehilangan waktu kerja atau sekolah rata-rata 4 hari setiap bulannya, kondisi itu juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat dimana lebih dari 51 juta jam sekolah hilang setiap tahunnya dikarenakan penyakit gigi dan mulut.

Untuk itu, melalui BKGN 2012 yang digagas PT Unilever Indonesia, dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Program ini juga sebagai salah satu bentuk kampanye edukasi PT Unilever Indonesia melalui brandPepsodent yang hingga kini telah menjangkau sekitar 6 juta anak yang tersebar di 65 kota di seluruh Indonesia.

Intinya, BKGN merupakan salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan diri ke dokter gigi serta menjalani kebiasaan baik menyikat gigi minimal dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur untuk mewujudkan senyum sehat Indonesia.

Drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Professional Relationship Manager Oral Care, PT Unilever Indonesia, Tbk. menyatakan kalau sesungguhnya target BKGN 2012 kali ini tidak hanya dari jumlah masyarakat yang berpartisipasi, akan tetapi sejauh mana peningkatan kesadaran mereka. "Target kita bukan jumlah pesertanya, tetapi sejauh mana peningkatan kesadaran mereka," ucap dia.

Sepanjang penyelenggara BKGN 2012, antusiasme masyarakat terutama anak-anak begitu tinggi dan langsung terlihat jelas di awal pembukaan pendaftaran, dan diharapkan ke depannya semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Dekan FKG Universitas Trisakti, Prof. Dr. Melanie S. Djamil, drg, M.Biomed menyebutkan, setelah dua tahun berpartisipasi di BKGN, pihaknya melihat adanya perubahan perilaku masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. "Belakangan ini sudah mulai ada perubahan," tuturnya.

Ya, kini mereka secara aktif datang sendiri di luar waktu BKGN untuk memeriksakan kondisi giginya. Namun memang belum sebagian besar pasien memiliki kesadaran tersebut dalam waktu yang cepat karena membutuhkan edukasi yang kontinu.

Oleh karena itu, pihak FKG Universitas Trisakti melalui kesempatan penyelenggaraan BKGN 2012 ini sangat senang dapat memberikan pelayanan yang maksimal baik berupa edukasi maupun perawatan dan bersama-sama dengan semua tenaga kesehatan yang terlibat ingin memberikan pelayanan terbaik serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut bagi kualitas hidup mereka.

BERITA TERKAIT

Sulit Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Ketika akan membayar iuran BPJS Kesehatan di Indomaret sekitar stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, ternyata pelayan mengatakan jaringan internetnya lagi bermasalah…

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat

OY! Indonesia, Aplikasi yang Menjawab Semua Kebutuhan Masyarakat NERACA Jakarta - Founder sekaligus CEO dari aplikasi OY! Indonesia, Jesayas Ferdinandus…

PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL

Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) berbincang dengan warga ketika mengunjungi wisata edukasi peternakan sapi perah dan kambing etawa saat kunjungan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Peneliti Temukan Obat Baru untuk Kanker Stadium Lanjut

Peneliti memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ganas, kanker stadium lanjut. Sekelompok peneliti di Inggris berhasil menemukan obat yang dapat…

Cegah Perubahan Iklim dengan Atasi Obesitas dan Kurang Gizi

Perubahan iklim tak cuma membuat cuaca jadi tak menentu, tapi juga berhubungan erat dengan masalah gizi seperti obesitas dan kelaparan.…

Kratom, Dilema Daun Ajaib dan Zat Berbahaya

Jika menyebut kopi bisa dipastikan hampir semua orang akan paham arah pembicaraan, namun ceritanya akan ketika bertemu dengan kata Kratom…