Buana Finance Kantongi Pinjaman Rp 1 Triliun

Guna meningkatkan likuiditas pembiayaan kendaraan, PT Buana Finance Tbk (BBLD) mengantongi pinjaman sindikasi senilai Rp1 triliun dari lima bank. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Direktur Utama Buana Finance, Soetadi Limin mengatakan, penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilakukan dengan lima bank yaitu, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Permata Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Papua, Bank Pembangunan Daerah Papua, dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan.

Secara terperinci porsi pinjaman tersebut adalah BCA Rp250 miliar, Bank Permata Rp250 miliar, BPD Papua Rp250 miliar, BPD Kaltim Rp160 miiliar, dan BPD Kalsel Rp90 miliar. Dimana pinjaman sindikasi ini diberikan untuk jangka waktu 36 bulan, dengan jaminan piutag milik perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

RECCI Ramaikan Pasar Aksesoris Handphone Indonesia

Ramaikan pasar aksesoris handphone, PT Intertekno Maju Indonesia memperkenalkan produk terbarunya, yaitu RECCI Powerbank, kabel data, earphone dan charger di…

Goodyear Raih Pinjaman Rp 140 Miliar

Guna mendanai pengembangan bisnisnya, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menandatangani perjanjian fasilitas perbankan korporasi dengan PT Bank BNP Paribas Indonesia…

Centrury Textile Cetak Rugi US$ 1,515 Juta

Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) mencatatkan rugi setara US$ 1,515 juta atau memburuk  dibanding periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…