Kembangkan Pola Kemitraan Melalui CSR

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

Jawa Barat dinilai berhasil dalam mengembangkan pola kemitraan strategis melalui CSR untuk kebutuhan manusia dan perbaikan lingkungan.

CSR adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

CSR didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan ( Kotler dan Nancy 2005).

Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna.

Manfaat bagi Masyarakat & Keuntungan Bagi perusahaan adalah CSR akan lebih berdampak positif bagi masyarakat, dimana ini akan sangat tergantung dari orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain, terutama pemerintah.

Studi Bank Dunia (Howard Fox, 2002) menunjukkan, peran pemerintah yang terkait dengan CSR meliputi pengembangan kebijakan yang menyehatkan pasar, keikutsertaan sumber daya, dukungan politik bagi pelaku CSR, menciptakan insentif dan peningkatan kemampuan organisasi.

Untuk Indonesia, pelaksanaan CSR membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial. Pemerintah dapat mengambil peran penting tanpa harus melakukan regulasi di tengah situasi hukum dan politik saat ini.

Di tengah persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami Indonesia, pemerintah harus berperan sebagai koordinator penanganan krisis melalui CSR.

Dan ini dibuktikan oleh pemerintah Jawa Barat. Untuk kesekian kalinnya, Jawa Barat dinilai berhasil dalam mengembangkan pola kemitraan strategis melalui CSR untuk kebutuhan manusia dan perbaikan lingkungan.

Seperti yang diungkapkan oleh Pimpinan Lembaga La Tofi School of CSR, La Tofi. Dia mengatakan Jawa Barat berhasil mengatasi persoalan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan, dengan bekerja sama dengan perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Atas keberhasilannya ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima penghargaan untuk kedua kalinya dalam penyelenggaraan program dan kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut La Tofi, pertimbangan pemberian penghargaan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yakni keberhasilannya dalam mengembangkan pola kemitraan strategis, antara pemerintah dengan pengusaha yang dihimpun dalam sebuah wadah, yaitu; Forum CSR.

Apalagi dalam misinya, Forum CSR menghimpun dana guna keperluan membangun dunia pendidikan, meningkatkan kualitas kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut La Tofi menyatakan pola kemitraan Jawa Barat dengan perusahaan mulai banyak ditiru oleh daerah-daerah lain untuk mengembangkan kondisi kesejahteraan masyarakatnya.

“Ini merupakan penghargaan yang kedua kalinya buat Pak Ahmad Heryawan atas prestasi beliau dalam membangun kemitraan dan mengembangkannya untuk kebutuhan kemanusiaan dan perbaikan lingkungan,” ujarnya.

Sebelumnya pada tahun 2011 lalu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menerima penghargaan dalam forum CSR for Indonesia Sustainability Summit & Award 2011 di Ubud, Provinsi Bali.