Tidak Lagi Seirama, BUMI Hengkang Dari Bumi Plc

Jumat, 12/10/2012

NERACA

Jakarta – Keputusan grup Bakrie melalui PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Limited yang akan melepas kepemilikan 23,8% sahamnya di Bumi Plc dengan menukar dengan 10,3% saham BUMI yang dimilik Bumi Plc, adalah langkah awal grup Bakrie mengakhiri bisnis di Bumi Plc.

Vice President Bakrie Group Christopher Fong mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan aset-aset batubara di Indonesia, “Rencana Grup Bakrie ini merupakan pilihan terbaik untuk menyelamatkan aset-aset batubara terbesar dan terbaik di Indonesia,”katanya di Jakarta, Kamis (11/10).

Skenario dalam penawaran tersebut menurut Fong, Grup Bakrie yang menguasai 23,8% saham Bumi Plc akan menukarnya dengan sekitar 10,3% saham BUMI. Selanjutnya sisa saham BUMI sekitar 18,7% akan dilunasi Grup Bakrie dengan pembayaran tunai.

Keputusan untuk melakukan hal tersebut, menurut pihak manajemen Grup Bakrie dikarenakan dua alasan besar. Pertama, sejak bergabung dengan Bumi Plc tahun 2009 lalu, kondisi bursa di London dan Eropa terus menurun sehingga, kondisi ini sangat merugikan perusahaan karena harga saham Bumi Plc tidak mencerminkan asetnya yang sangat bagus di Indonesia, yaitu BUMI dan Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Sementara untuk alasan yang kedua adalah kongsi dengan pihak Nathanael Rothschild justru memberikan dampak buruk bagi perusahaan. “Sudah dua kali Rothschild melakukan tindakan yang sangat merugikan Bumi Plc serta grup Bakrie,” jelas Fong

Pecah Kongsi

Menurut Fong, pada Oktober tahun lalu Rothschild mengirimkan surat terbuka melalui media massa kepada Ari S. Hudaya (waktu itu CEO Bumi Plc) mengenai tata kelola perusahaan. Tindakan itu sangat tidak etis dan merugikan Bumi Plc karena berdampak pada penurunan harga saham perusahaan di bursa London.

Hal yang sama kembali dilakukan Rothschild belum lama ini dengan keluarnya rencana audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU ke media massa tanpa melalui pembahasan secara menyeluruh di internal Bumi Plc. Hal itu juga menjatuhkan harga saham Bumi Plc, BUMI dan BRAU. Padahal, semua informasi sudah diketahui oleh direksi Bumi Plc. “Berbagai tindakan yang dilakukan oleh sebagian pemegang saham Bumi Plc sangat merugikan perusahaan dan terutama Grup Bakrie. Inilah yang membuat Bakrie akan meminta balik saham BUMI dan mengembalikan saham Bumi Plc,” jelas Fong.

Selain mengambil kembali saham BUMI, menurut Fong Grup Bakrie juga berencana untuk membeli 84,7% saham BRAU yang dikuasai oleh Bumi Plc yang ditargetkan bisa diselesaikan sebelum 30 Juni 2013.

Wajib lapor

Sementara Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengakui, pihaknya bursa belum mengetahui perihal rencana pertemuan BUMI dengan BUMI Plc. Pasalnya, tidak ada kewajiban dari BUMI Plc untuk melaporkan rencana tersebut mengingat statusnya yang tidak berkedudukan di Indonesia. “Memang tidak ada kewajiban mereka (BUMI Plc) untuk melapor,”ujarnya.

Namun demikian, kata Hoesen, untuk BUMI, tetap berkewajiban melaporkan hasil pertemuan tersebut karena dikhawatirkan dapat memberi dampak yang signifikan bagi perdagangan di pasar saham tanah air. “Kalau hasil pertemuan tersebut berdampak signifikan kepada perusahaan dan pemegang saham, maka wajib diberitahukan kepada publik,” tandasnya. (lia)