Agustus 2012, Penjualan Mobil Bekas Anjlok Hingga 70%

Senin, 10/09/2012

NERACA

Jakarta - Penjualan mobil bekas di Jakarta pada pada Agustus 2012 mengalami penurunan dengan kisaran 50-70% dibandingkan tahun lalu. "Tahun ini penjualan kami benar-benar anjlok, jauh berbeda dengan tahun kemarin," kata Dadan, tenaga penjualan mobil bekas PT. Murni Bangun Kencana, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mengungkapkan pada tahun 2011 penjualan mobil bekas di Showroomnya bisa mencapai 30 unit per bulan. Namun, tahun ini rata-rata hanya 11 unit per bulan. Menurut Dadan, penurunan tersebut akibat penjual mobil baru banyak memberikan diskon yang besar.

Senada dengan Dadan, Mohamad Nasir, staf penjualan PT. Kitra Nusantara, di kawasan yang sama, mengatakan penurunan penjualan mobil bekas dipicu oleh banyaknya penjual mobil baru dengan diskon yang besar serta pemberian uang muka yang kecil. "Showroom mobil sekarang banyak, dimana-mana, dan itu cukup berpengaruh bagi kami," ujarnya.

Selain itu, bagi Nasir berkurangnya pembeli mobil bekas dipengaruhi oleh penurunan perekonomian masyarakat di daerah. "Kalau pendapatan masyarakat semakin besar, maka pembelian juga ikut meningkat, nah sekarang kita turun artinya ekonomi masyarakat juga lagi turun," katanya.

Sebagian besar konsumen mobil bekas, kata dia berasal dari daerah di luar Jakarta. Dia mengaku sampai Agustus 2012 ini mengalami penurunan penjualan hingga 70 %. Ia berharap pemerintah meningkatkan pendapatan masyarakat baik di pusat maupun daerah.

Sementara itu, Manager Senior Pemasaran Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, mengatakan, momen Lebaran tak memberi pengaruh besar pada penjualan mobil bekas. Des, penjualan produk bekas pun dinilai normal-normal saja. “Tahun ini penjualan bisa dikatakan normal saja, tidak ada kenaikan yang signifikan. Penjualan mobil bekas di Juni mencapai 2.700 unit dan di Juli turun menjadi 2.600 unit. Dari awal Agustus, penjualan mobil bekas baru mencapai 2.300 unit,” ujar Herjanto.

Memang diakuinya, kalau ada peningkatan sedikit dari penjualan bulan biasanya yang mencapai 2.100 unit. “Tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini aneh, tapi memang terjadi, harga mobil bekas menjelang hari raya tidak mengalami kenaikan. Harganya stabil-stabil saja,” papar Herjanto.

Herjanto menjelaskan, stabilnya harga mobil bekas menjelang hari raya ini dipengaruhi oleh banyaknya mobil baru dan diskon serta bunga 0% yang dilakukan oleh masing-masing Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia.

Selain itu, banyaknya mobil baru berbagai model akhir-akhir ini turut mempengaruhi sepinya penjualan mobil bekas. Masyarakat, dia yakini, lebih memilih membeli mobil baru dengan fasilitas kredit. “Toh, beli mobil bekas kebanyakan juga kredit. Jadi, masyarakat lebih memilih beli mobil baru buat keperluan mudik,” tambah Herjanto.

Apalagi, ujarnya, ada kekhawatiran sebagian orang bahwa dengan membeli mobil bekas, justru akan kena pajak progresif kendaraan. Sebab, pemilik sebelumnya tercatat punya lebih dari satu mobil. “Maunya lebih murah, malah jadinya mahal untuk pajak kendaraannya,” tutur Herjanto.

Menurut dia, konsumen mobil bekas, kebanyakan berasal dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa dan pada umumnya hanya musiman saja. “Sekitar 50% pembeli kendaraan mobil bekas berasal dari daerah dan mereka bisanya berangkat dengan angkutan umum dan pulangnya dengan mobil yang dibelinya,” tukas Herjanto.

Untuk jenis mobil bekas yang diminati konsumen, sambung dia, masih berada pada segmen kendaraan serbaguna (MPV) seperti Toyota Innova, Avanza dan Daihatsu Xenia untuk kebutuhan mudik Lebaran. “Konsumen masih mencari mobil bekas yang irit bahan bakar dan mempunyai kapasitas tempat duduk tujuh orang seperti Toyota Innova, Avanza dan Daihatsu Xenia,” kata dia.

Penjualan untuk Juni dan Juli kebanyakan mereka membeli mobil bekas ini dengan cara tunai. Namun untuk Agustus ini kebanyakan dengan cara kredit. Mobil bekas yang diminati masyarakat menjelang Lebaran tahun ini berkisar pada harga Rp 75 juta, Rp 120 juta sampai Rp 180 juta, dengan kisaran tahun 2005 sampai 2011.