Indonesia dalam APEC

Oleh : Prof.Firmanzah.,PhD

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Pertemuan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 7-9 September 2012 di Vladivostok, Rusia merupakan bagian penting dalam menata kembali kekuatan Asia-Pasific di tengah kompleksitas dan ketidakpastian global. Pertemuan kali ini mengagendakan empat isu: mendorong perdagangan dan investasi, peningkatan ketahanan pangan, membangun rantai pasok khususnya kawasan yang kuat dan kerjasama intensif untuk mendorong pertumbuhan inovatif. Selain itu juga, Indonesia akan memimpin APEC 2013 dengan KTT APEC tahun depan yang akan diadakan di Bali.

APEC kini memainkan peran penting di dunia dengan mewakili sekitar 39,8 % penduduk dunia atau sekitar 2,76 miliar penduduk di kawasan Asia Pasifik, menguasai 56 % dari PDB dunia dengan total PDB US$ 38,9 triliun, serta pangsa ekspor - impor masing masing 45% (US$ 10,11 triliun) dan 46%(US$ 10,35 triliun) dari pangsa dunia. Dengan dominasi ini, APEC menjadi salah satu organisasi yang diharapkan dapat berperan besar dalam pemulihan global melalui konsolidasi kawasan.

Indonesia memiliki kepentingan besar dalam forum kerjsama ekonomi APEC. Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia-APEC mencapai US$287,7 miliar atau setara dengan 76% dari total perdagangan Indonesia. Perdagangan Indonesia-APEC tahun 2011meliputi US$ 69,8 miliar perdagangan migas dan US$ 217,9 miliar perdagangan non-migas. Pertumbuhan perdagangan Indonesia-APEC tahun 2011 mencapai 30% dari tahun 2010 yang sebesar US$ 221,7 miliar dengan rata-rata pertumbuhan periode 2007-2011 mencapai 17,9% atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan perdagangan Indonesia-Dunia pada periode sama yang mencapai 16,2%.

Tahun 2011, ekspor Indonesia ke APEC mencapai US$ 149,89 miliar atau 73,6% dari total ekspor Indonesia. Ekspor ini terdiri dari ekspor migas US$ 41,1 miliar dan ekspor non-migas US$ 108,8 miliar. Pertumbuhan ekspor Indonesia-APEC 2011 tercatat meningkat 30% dari ekspor 2010 yang mencapai US$ 115,7 miliar. Rata-rata pertumbuhan ekspor Indonesia-APEC periode 2007-2011 mencapai 18,2% lebih tinggi dari rata-rata perumbuhan ekspor Indonesia-Dunia sebesar 13,9% di periode yang sama.

Khusus mengenai daya beli, produk domestik bruto (PDB) di kawasan APEC pada 2011 meningkat menjadi US$15.889 dibanding posisi 1992 yang hanya US$6.719. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara non APEC dan pendapatan PDB per kapita dunia.

Dengan profil data tersebut, APEC menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional karena merupakan mitra dagang strategis Indonesia. Kepentingan Indonesia atas kestabilan kawasan Asia Pasifik cukup tinggi walaupun strategi pertumbuhan yang dianut Indonesi tidak mengandalkan ekspor. Kepentingan ini meliputi kestabilan ekonomi-politik kawasan yang berpotensi menganggu ritme pembangunan, penyerapan produksi nasional di pasar kawasan, perluasan kerjasama infrastrutur akan terganggu, potensi kerawanan pangan dan energi dan lain sebagainya. Momentum pertemuan APEC ke-24 di Rusia merupakan momentum terbaik bagi Indonesia untuk menanamkan kepercayaan dan pengaruh ekonomi dengan kinerja tahun 2011 yang positif di tengah negara APEC lainnya mengalami pelemahan ekonomi.

Related posts