Kemendag Berupaya Tingkatkan Kinerja Ekspor - TRADE EXPO INDONESIA 2012

NERACA

Jakarta - Berdasarkan data BPS pada bulan Juni 2012, kinerja ekspor Indonesia baru mencapai US$15,4 miliar. Angka ini turun 8,7% dari bulan sebelumnya dan turun 16,4% dari bulan yang sama tahun lalu. Data yang sama memperlihatkan bahwa neraca perdagangan Indonesia untuk sementara mengalami defisit terhadap negara-negara mitra dagang utama seperti China, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan beberapa negara di kawasan Uni Eropa.

Namun, menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustami, secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia di semester pertama 2012 ini surplus sebesar US$2,32 miliar. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan kinerja ekspor Indonesia, Kementerian Perdagangan mengadakan serangkaian acara yang akan menjadi sarana efektif dalam mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyers (pembeli) asing dari berbagai negara.

Ajang unjuk gigi itu adalah Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke-27 serta World Export Development Forum (WEDF) yang akan diadakan bulan Oktober mendatang di Jakarta. “Sesuai dengan tujuan TEI 2012, Kementerian Perdagangan berupaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia melalui transaksi-transaksi yang akan terjadi selama penyelengaraan TEI ke-27, maupun setelah pameran dagang terbesar di Indonesia ini selesai diselenggarakan,” ujar Gusmardi melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Kamis (6/9).

Menurut dia, ajang ini diperlukan agar peningkatan ekspor menjadi signifikan untuk mengimbangi impor yang juga meningkat sehingga defisit perdagangan bisa diantisipasi. Data BPS tersebut juga mengindikasikan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke negara-negara yang menjadi pasar baru yakni negara-negara di kawasan Afrika dan Amerika Latin. “Hingga Juni 2012, neraca perdagangan ke negara-negara tujuan ekspor baru tersebut mengalami surplus sebesar US$7,54 miliar,” ungkapnya.

Kerjasama ITPC

Gusmardi mengatakan, sebagai pameran dagang berskala internasional, untuk mendatangkan buyers asing tersebut, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), para atase perdagangan serta perwakilan Indonesia di luar negeri untuk mempromosikan acara TEI ini di berbagai pameran internasional yang diikuti oleh Indonesia.

Selain itu, WEDF adalah hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan dengan International Trade Center (ITC) di Jenewa, Swiss, dan akan dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari 50 negara yang merupakan pelaku usaha di bidang perdagangan internasional. Para buyers yang tergabung dalam WEDF ini diharapkan bisa melihat langsung berbagai produk mulai dari furniture, tekstil dan produk tekstil, handicraft, produk pertanian dan perikanan, barang manufaktur, building materials, produk industri kreatif, knock-down house dan jasa bisnis lainnya yang dipamerkan selama TEI berlangsung.

Melalui interaksi langsung antara eksportir dengan buyers, diharapkan bisa mendorong minat beli yang direalisasikan dalam kontrak-kontrak dagang yang berhasil diwujudkan antara Indonesia dan negara-negara mitra dagang. Kualitas produk terbaik dan harga yang kompetitif merupakan kunci kesuksesan TEI 2012.

Related posts