CSR Untuk Kepentingan Budaya

Sabtu, 08/09/2012

NERACA

Para pecinta seni dan pengamat sejarah mengimbau pelaku usaha untuk turut melestarikan situs bersejarah melalui program CSR-nya.

Sejumlah pecinta seni dan pengamat sejarah, mengunjungi lokasi penemuan situs Terung berumur lebih dari 600 tahun. di Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Situs yang ditemukan oleh pelukis Jansen Jasien ini diduga dari zaman Kadipaten Terung yang merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit.

Selama lebih dari dua tahun, Jansen melakukan risetnya, sedangkan penggalian dilakukan pada empat bulan terakhir. Jansen bertiga saja terlibat dalam penggalian, termasuk Mbah Huri selaku pemilik lahan di mana situs tersebut berada.

Dalam penggalian sedalam tiga meter dengan luasan sekitar 600 meter persegi itu sudah ditemukan formasi situs berupa bentukan konstruksi batu bata. Uniknya formasi temuan Jansen itu nampak membentuk huruf J.

Direktur Sjarikat Poesaka Soerabaia Freddy H. Istanto mengapresiasi temuan situs oleh Jansen Jasien tersebut. Dia berharap pelaku usaha bisa berkontribusi melalui program CSR dengan membantu pelestarian situs bersejarah tersebut.

"BUMN dan swasta bisa mendukung di antaranya dalam bentuk penyaluran CSR dengan membantu pelestarian CSR untuk kepentingan budaya akan sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter bangsa," ujar Freddy.

Menurut dia, temuan-temuan ini sungguh menjadi tonggak penting yang bisa menjadi pintu masuk bagi pihak yang berwenang di antaranya BP3 Trowulan atau Pemkab Sidoarjo untuk mengupayakan upaya-upaya pelestarian. ”Apalagi literatur soal Terung masih sangat minim," imbuh Freddy.

Freddy juga berharap ada langkah cepat dan konkret dalam pelestarian dari pihak pemerintah. Hingga sekian bulan ini, perhatian pemerintah terhadap temuan situs itu dianggap tidak ada. Belum ada tim dari Pemkab Sidoarjo atau dan BP3 Trowulan yang turun secara khusus.

Sebagai bentuk kepedulian, para pecinta seni dan pemerhati budaya menyampaikan bantuan spontan berupa perangkat penggalian, di antaranya sekop, linggis, dan ember.