Bank di Daerah Alami Kenaikan Transaksi

NERACA

Jakarta-- Sejumlah perbankan di berbagai daerah termasuk di Denpasar dan Sumatera Utara mengalami peningkatan transaksi hingga 30% setelah libur Idul Fitri. Artinya, terjadi peningkatan transaksi hingga 30% per outlet di bank milik pemerintah itu saat ini. "Pada hari biasa rata-rata transaksi per outlet sekitar 300-350 kali, namun hari pertama kerja ini bisa mencapai 450 transaksi," kata Head of Business Performance and Channel Management Kantor Wilayah BNI Denpasar, Made Nariswari, di Bali.

Peningkatan itu tentu saja diakibatkan menumpuknya transaksi nasabah saat liburan. “Mereka ingin menyelesaikan transaksi saat bank kembali beraktivitas setelah tutup hampir satu pekan. Mungkin para nasabah ingin melakukan penyetoran dan penarikan uang atau mentransfer,” tambahnya.

Nariswari menjelaskan, selama liburan sebenarnya BNI tetap melayani para nasabah, namun sifatnya terbatas. Selain tetap melakukan pelayanan terbatas, seluruh mesin ATM yang ada bisa dimanfaatkan. Selain itu dioperasikan mesin setoran tunai.

Selama beroperasi terbatas jumlah transaksi cukup besar, yakni 250-275 setiap outlet. Begitu juga dengan yang melalui ATM dan mesin setoran tunai. Sementara itu berdasarkan pantauan di bank yang lainnya, seperti BCA dan Bank Mandiri, tampak antrean yang cukup panjang.

Pun begitu, Deputi Direktur Divisi Sistem Pembayaran Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh, Kahfi Zulkarnaen memperkirakan perputaran kliring perbankan pascaLebaran di Sumatera Utara meningkat dari hari biasa atau bisa mencapai Rp600 miliar lebih per hari. Libur Lebaran membuat transaksi nasabah pada pascaLebaran meningkat. "Kalau perputaran kliring hari normal tahun ini sekitar Rp500 miliar-Rp550 miliar per hari, maka ada prakiraan pascaLebaran ini bisa mencapai Rp600an miliar per hari,"tambahnya

Apalagi, kata Kahfi, pascaLebaran tahun ini langsung diikuti lagi libur akhir pekan Sabtu dan Minggu serta mendekati akhir bulan. Perbankan sudah siap melayani kebutuhan nasabah, katanya.

Kahfi menyebutkan, pada Ramadhan lalu, perputaran kliring rata-rata sebesar 15.000 warkat dengan nilai nominal Rp500 miliar per hari. Transaksi kliring itu, katanya, naik 25 % untuk jumlah warkat tahun lalu yang masih 12 ribu, sedangkan nilai nominalnya bertumbuh 67 % dari tahun lalu yang masih Rp300 miliar.

Kepala Perwakilan BI Wilayah IX, Nasser Atorf, sebelumnya, menyebutkan, kegiatan Real Time Gross Settlement (RTGS) pada Ramadhan lalu juga naik 18 persen dari rata-rata Rp1,7 triliun per hari menjadi Rp2,2 triliun.

Dia mengatakan, untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai kepada masyarakat baik penukaran uang pecahan kecil, nasabah bank maupun kebutuhan anjungan tunai mandiri (ATM) dalam rangka libur panjang Lebaran, perbankan mempersiapkan sekitar Rp3,3 triliun. Jumlah dana Rp3,3 triliun itu naik 13 persen dari tahun 2011 yang masih sebesar Rp2,9 triliun. **riacahyo

BERITA TERKAIT

Banten Triwulan-III/2017 Alami Inflasi 4,17 Persen

Banten Triwulan-III/2017 Alami Inflasi 4,17 Persen NERACA Serang - Provinsi Banten pada triwulan-III/2017 mengalami inflasi 4,17 persen (yoy), lebih rendah…

Kadisrumkim: RTLH Depok Sehatkan Kondisi Ekonomi Daerah

Kadisrumkim: RTLH Depok Sehatkan Kondisi Ekonomi Daerah NERACA Depok - Program Nasional Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH), ternyata menjadi kunci…

Pemberdayaan Ekonomi, Bank Muamalat Gandeng Baznas

      NERACA Langkat - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

BTN Telah Kucurkan KPR Rp230,2 triliun

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Kredit Pemilikan Rumah…

Kebijakan Suku Bunga Bakal Dipengaruhi Dolar

    NERACA   Jakarta - Kebijakan suku bunga nasional mendatang dinilai sangat dipengaruhi nilai penguatan mata uang dolar Amerika…