Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

NERACA

Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di Bali dipastikan bukan koperasi. Lembaga keuangan tersebut tidak memiliki izin badan hukum koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Provinsi Bali Gede Indra Dewa Putra menegaskan ke-12 lembaga keuangan mencatut nama koperasi untuk menghimpun dana masyarakat lewat iming-iming investasi dengan bunga tinggi."Saya tegaskan ke-12 lembaga keuangan itu tidak berbadan hukum koperasi. Mereka juga melakukan praktik yang melanggar aturan koperasi yaitu melayani masyarakat yang bukan anggota," tegas Gede Indra kepada wartawan, Jumat (21/9).

Ke 12 lembaga keuangan tersebut adalah KSP Maha Suci, KSP Maha Mulia Mandiri, KSP Tirta Rahayu, KSP Sinar Suci, KSP Pramesti Dewi, KSP Maha Agung, KSP Restu Sedana, KSP Maha Kasih, KSP Maha Wisesa, KSP Maha Adil Mandiri, KSP Siti Restu, dan KSP Merta Sedana.

Gede Indra menjelaskan pihaknya mengetahui kasus ini melalui laporan dari masyarakat. Koperasi tersebut menawarkan investasi dengan suku bunga tinggi 5 persen per bulan."Banyak masyarakat yang tergiur dengan iming-iming bunga tinggi dan menyimpan uangnya di sana dalam bentuk tabungan atau deposito," kata Gede Indra.

Gede Indra mengatakan sudah menginstruksikan kadis kabupaten/kota menelusuri kasus ini. Diminta juga segera mengembalikan dana masyarakat yang telah dihimpun. Selain itu, karena kasus ini bukan koperasi sehingga sudah ada yang dilaporkan ke polisi.

Ditegaskannya, kasus ini bisa merusak citra koperasi di tengah masyarakat yang sudah dibangun sejak lama. Karena itu, diharapkannya masyarakat waspada dengan penawaran investasi bunga tinggi dari lembaga keuangan apapun."Saya mengimbau masyarakat jangan mudah tergiur dengan iming-iming bunga tinggi. Sebelum menyimpan dana, cek keabsahan badan hukum koperasi tersebut agar kasus seperti ini tidak terulang lagi," tegasnya. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

Pertumbuhan Kredit Korporasi BCA Disokong 3 Sektor

  NERACA Jakarta - Di tengah kelesuan ekonomi, PT Bank Central Asia, Tbk mencatatkan pertumbuhan tinggi pada segmen korporasi kuartal…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…