Garda Tujuh Buana Targetkan Produksi 8 Juta Ton di 2013 - Rencanakan Akuisisi Tambang Baru

NERACA

Jakarta – Emiten pertambangan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GBTO) menargetkan produksi tambang batu bara sebesar 8 juta ton pada tahun 2013 dari target produksi tahun ini 6 juta ton, “Pencapaian produksi 8 juta ton batu bara akan diambil dari pertambangan perseroan di Kalimantan Timur dan akuisisi beberapa pertambangan lainnya di Sumatera,”kata Komisaris Garda Tujuh Buana Pardeep Dhir di Jakarta, Selasa (14/8).

Menurutnya, dengan peningkatan produksi tahun ini akan mampu membawa penjualan perseroan tahun ini lebih baik lagi. Terlebih seiring permintaan ekspor di India dan Cina terus meningkat. Penjualan tambang batu bara perusahaan masih tetap mempertahankan 95% ekspor ke luar negeri. Sedangkan untuk penjualan lokal tidak lebih dari 5%.

Oleh karena itu, dirinya menyakini target penjualan US$ 8 juta ditahun ini bisa terealisasi. Pasalnya, realisasi penjualan sepanjang semester pertama 2012 sudah mencapai US$ 4,2 juta ton batu bara.

Kemudian untuk belanja modal sendiri, tahun ini perseroan mengalokasikan dana sekitar US$ 10 juta dan realisasi belanja modal di semester pertama tahun ini sebanyak US$ 3 juta untuk kebutuhan peralatan dan pertambangan.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pertemuan dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) beberapa pekan lalu lebih membicarakan soal standar akutansi keuangan perseroan. “Pertemuan Bapepam-LK menanyakan ketentuan aturan standar akutansi perseroan, sudahkah memakai aturan baru atau belum,”ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan selalu terbuka terhadap setiap laporan keuangan dan termasuk permintaan penjelasan dari Bapepam-LK. Asal tahu saja, sebelumnya perseroan masuk dalam pengawasan otoritas pasar modal lantaran laba keuntungan perseroan melesat tajam diluar kewajarannya.

Sebelumnya, perseroan di kuartal kedua 2012 mengalami peningkatan laba bersih menjadi Rp939,8 miliar dari Rp12,7 miliar pada periode yang sama tahun 2011. Kinerja tersebut didukung perolehan penjualan perseroan yang mencapai Rp1,1 triliun dari Rp36,2 miliar.

Dengan beban pokok penjualan mencapai Rp198,07 miliar maka laba kotor menjadi Rp949,9 miliar dari Rp18,05 miliar dengan beban pokok penjualan di kuartal kedua 2011 sebesar Rp18,1 miliar. Untuk beban usaha mencapai 11,7 miliar maka laba usaha mencapai Rp938,2 miliar. Pada periode yang sama 2011, beban usaha mencapai 8,1 miliar sehingga laba usaha hanya Rp9,8 miliar.

Dengan pendapatan lain-lain mencapai Rp1,5 miliar maka laba sebelum usaha mencapai Rp939,8 miliar. Pada periode yang sama 2011, jumlah pendapatan lain-lain sebesar Rp2,8 miliar sehingga laba sebelum pajak sebesar Rp12,7 miliar. Laba bersih perseroan mencapai Rp939,8 miliar dari R12,7 miliar.

Untuk laba bersih per saham mencapai Rp375,92 per lembar dari Rp5,08 per lembar. Untuk total aset perseroan per 30 Juni 2012 mencapai Rp1,4 triliun dari Rp464,3 miliar per 31 Desember 2011. (bani)

BERITA TERKAIT

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…