Kemendag: Harga Kebutuhan Pokok Stabil - Selama Bulan Puasa

NERACA

Jakarta - Setelah sepekan lebih memasuki bulan puasa, Pemerintah terus melakukan pantauan harga dan pasokan bahan kebutuhan. Kemendag mengklaim pasokan kebutuhan bahan pokok jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu. Pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran. Beberapa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabe dan bawang merah, harganya tidak mengalami perubahan selama tiga hari belakangan.

"Pantauan harga di Pasar Mayestik cukup stabil. Misalnya beras, harganya cukup terjangkau di kisaran Rp8.000-9.000 per kg, tergantung jenisnya. Lalu, gula pasir dan minyak goreng curah masing-masing seharga Rp13.000 per kg dan 12.000 per kg,” jelas Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan saat melakukan kunjungan ke Pasar Mayestik, Rabu (1/8).

Pemerintah menyadari adanya beberapa bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional yang mengalami kenaikan. Namun demikian, Pemerintah akan terus mengupayakan agar kenaikan tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan pemantauan harga dan pasokan secara terus menerus agar seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat turut berperan dalam stabilisasi harga dan tersedianya pasokan yang cukup.

Kementerian Perdagangan bersama dengan para pelaku usaha juga telah mempersiapkan sejumlah Pasar Murah yang digelar selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Gita kembali menggarisbawahi dua hal penting terkait harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok. Yang pertama, terkait dengan pola konsumsi yang berlebihan.

“Sebaiknya kita dapat menjaga pola konsumsi yang wajar dengan mengurangi konsumsi gula atau beras secara berlebihan. Menjaga pola konsumsi ini juga penting untuk kesehatan kita semua,” katanya. Hal penting kedua adalah, adanya sistem pertukaran informasi antara masyarakat yang terdiri dari pedagang dan pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan pokok di titik-titik distribusi.

“Masyarakat diharapkan dapat secara aktif memberitahukan kepada kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo menjelaskan perkembangan harga rata-rata bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional. “Jika harga pada minggu ke-4 Juli 2012 dibandingkan pada minggu sebelumnya,” ujarnya.

Gunaryo mengungkapkan, komoditas yang mengalami penurunan adalah gula pasir (0,80%) menjadi Rp12.919 per kg, bawang merah (5,76%) menjadi Rp. 14.307 per kg, cabe merah biasa (5,54%) menjadi Rp25.407 per kg, cabe merah keriting (4,61%) menjadi Rp26.887 per kg, telur ayam kampung (0,75%) menjadi Rp37.385 per kg, daging ayam ras (0,98%) menjadi Rp28.248 per kg, daging sapi (0,47%) menjadi Rp78.083 per kg. Sedangkan yang mengalami kenaikan adalah kedelai lokal (3,80%) menjadi Rp. 9.373/kg, kedelai impor (3,94% menjadi Rp. 8.835/kg. Untuk beras, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan gula harganya cukup stabil.

BERITA TERKAIT

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi NERACA Sukabumi - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi…

Prodia Buka Laboratorium Patalogi Anatomik - Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan layanan guna mengejar pertumbuhan bisnis, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebagai next generation healthcare…

BOSS Patok Harga IPO Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta – Perusahaan tambang batu bara di Kutai Barat Kalimantan Timur, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) telah…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…