Agung Podomoro Raup Laba Bersih Rp 494,51 Miliar

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama 2012, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil menghimpun laba bersih sebesar Rp 494,51 miliar. Angka ini naik 30,29% dari periode yang sama 2011 sebesar Rp 379,54 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Neraca di Jakarta, kemarin. Disebutkan, kenaikan laba bersih ini ditopang peningkatan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 46,46% menjadi Rp 2,31 triliun, dibandingkan semester pertama 2011 sebesar Rp 1,58 triliun.

Sementara beban pokok penjualan paruh pertama 2012 naik menjadi Rp 1,32 triliun dari semester pertama 2011 sebesar Rp 973,61 miliar. Adapun laba kotor naik menjadi Rp 987,70 miliar pada semester pertama 2012 Yoy dari Rp 608,25 miliar. Hal ini membuat laba bersih per saham naik menjadi 21,33 Yoy dari 16,48.

Sementara kewajiban perseroan naik menjadi Rp 6,32 triliun pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 5,75 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 5,44 triliun pada 30 Juni 2012 dari akhir 2011 sebesar Rp 5,02 triliun. Sedangkan kas dan setara kas turun menjadi Rp 1,71 triliun pada 30 Juni 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp 1,83 triliun.

Revisi Target Penjualan

Emiten properti ini juga merevisi target marketing sales dari sekitar Rp 4,5 triliun menjadi Rp 5 triliun pada 2012. "Marketing sales itu berasal dari proyek shopping mall dan hotel. Selain itu, tahun ini ada 4-5 proyek yang dijalankan," kata Vice President Agung Podomoro Land Indra Widjaja.

Marketing sales perseroan mencapai Rp1,55 triliun hingga April 2012. Perolehan marketing sales tersebut berasal dari Green Bay Pluit, Podomoro City (termasuk Podomoro City Extension), Green Lake and Kuningan City. Indra menuturkan, perseroan akan mengembangkan 13 proyek pada 2012 dari tahun 2010 8 proyek.

Sejumlah proyek yang sedang dikembangkan perseroan seperti Hotel Pullman terdapat 317 kamar dengan tingkat hunian mencapai 80%. Selain itu, perseroan juga menambah proyek hotel Amaris dengan 134 kamar di Thamrin City dengan tingkat hunian mencapai 80%. Perseroan juga membangun hotel bintang lima JW Marriot Resort and Spa di Bali dengan luas lahan 7,8 hektar. Hotel JW Marriot tersebut akan dibangun 400 kamar dan 17 villa. Perseroan juga membangun hotel dan vila di Vimala Hills di Bogor, Jawa Barat.

Proyek lain yang sedang digarap yaitu Emporium Pluit Mall dengan luas lahan sekitar 2,8 hektar dengan tingkat occupancy mencapai 99%. Selain itu,proyek yang akan digarap yaitu Podomoro City Extension dengan luas lahan 2,3 hektar. Dalam proyek tersebut akan dibangun dua menara small office home office (SOHO), dan ada 500 unit yang telah ditawarkan. (didi)

BERITA TERKAIT

Industri Tekstil Indonesia Bidik Ekspor Senilai US$14 Miliar - Sepanjang 2018

NERACA Jakarta – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa dari ekspor…

HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar - Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Sinarmas AM Targetkan Dana Kelola Rp 500 Miliar - Terbitkan Produk ETF Pertama

NERACA Jakarta – Ramaikan produk Exchanged Traded Fund (ETF) di pasar modal, PT Sinarmas Asset Management menerbitkan reksa dana indeks…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…