Laut Potensial Jadi Sumber Pangan Indonesia

Rokhmin Dahuri, Pakar Kelautan IPB

Rabu, 18/07/2012

Pakar kelautan Institut Pertanian Bogor Rokhmin Dahuri mengatakan potensi laut Indonesia cukup besar untuk mencapai kedaulatan dan diversifikasi pangan di tengah menipisnya lahan pertanian di darat. "Laut tidak hanya sumber protein hewani, tetapi juga sumber bahan pangan lemah, mineral, vitamin dan karbohidrat. Bahan baku dari laut juga bisa untuk produk farmasi, kosmetik bahkan biofuel," kata Rokhmin Dahuri dalam Seminar Nasional Membangun Kedaulatan Pangan Nasional di Jakarta, Selasa.

Dalam seminar yang diadakan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) itu, mantan menteri kelautan dan perikanan itu mengatakan 70 persen permukaan bumi berupa laut.

Namun, meski dalam dua dekade terakhir usaha "aquaculture" merupakan sektor pangan yang pertumbuhannya paling pesat diantara sektor produksi pangan yang lain, total produksinya baru mencapai 60 juta ton pertahun. "Angka itu kurang dari satu persen dari total produksi pangan dunia. Total area laut yang digunakan untuk budidaya perikanan juga baru satu persen," katanya.

Karena itu, sudah saatnya Indonesia mulai melirik perairan sebagai sumber pangan utama. Bagi Indonesia, 75 persen dari wilayahnya berupa laut, dan 28 persen total wilayah daratnya berupa perairan sungau, danau, waduk dan rawa. "Dengan semakin menipisnya lahan pertanian di darat, opsi paling realistis saat ini adalah memanfaatkan laut sebagai sumber pangan," ujarnya.

Rokhmin mengatakan ketahanan pangan menentukan daya saing dan kemajuan sebuah bangsa. Pangan bahkan bisa menjadi senjata dalam perang antarbangsa. "Penyebab krisis pangan di dunia disebabkan pasokan yang relatif stagnan bahkan menurun, sementara kebutuhan semakin meningkat," katanya.

Menurut dia, meski ada faktor spekulan dan ketidakpastian politik, tetapi penyebab utamanya adalah menipisnya lahan pertanian darat akibat alih fungsi menjadi kawasan permukiman, perkotaan dan industri.