KUR Dua Bank BUMN Alami Lonjakan

Di Jawa Tengah

Selasa, 17/07/2012

NERACA

Semarang—Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh dua bank BUMN, yakni BNI dan BRI terus mengalami lonjakan yang cukup significant. Bank BNI di Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Juni 2012 mencapai Rp394 miliar atau tumbuh hampir 100 % dibanding posisi Juni 2011 sebesar Rp208 miliar. Sementara kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di wilayah Solo Raya mencapai Rp842 miliar pada Juni 2012.

Menurut Pimpinan bisnis perbankan BNI Kantor Wilayah Semarang Siwi Peni, pertumbuhan penyaluran KUR untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta melesat sejak 2010 setelah BNI mengikutsertakan koperasi dan BPR dalam penyalurannya. "Sejak penyaluran KUR menggunakan sistem 'chanelling' melalui koperasi dan BPR, KUR BNI tumbuh tinggi terutama untuk KUR mikro di bawah Rp20 juta," katanya di Semarang,Senin,16/7

Pada tahun ini Kanwil BNI Semarang menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp625 miliar atau tumbuh sekitar 50 %dibanding realisasi KUR 2011 untuk Jateng - DIY sebesar Rp417 miliar. "Sampai Juni KUR yang disalurkan sudah Rp394 miliar atau 63 %dari target. Kita perkirakan sampai akhir tahun akan melewati sasaran. Sementara debiturnya bertambah sekitar 25.000," tambahnya

Total KUR yang sudah disalurkan di wilayah ini sejak diluncurkan mencapai Rp998 miliar dengan 44.663 debitur. Meski tumbuh tinggi, kredit bermasalah atau NPL KUR di Jateng - DIY tetap rendah di bawah 1 %karena komitmen yang bagus para pengusaha kecil dan mikro dalam menjalankan usahanya. "Daerah Jateng memang surganya UMKM, pertumbuhannya tinggi tetapi NPL rendah," kata Siwi.

KUR yang disalurkan di Jateng-DIY lanjut Siwi terdiri dari KUR Mikro (di bawah Rp20 juta) dan KUR Kecil (Rp20 juta - Rp500 juta), dengan komposisi terbesar untuk KUR Mikro yang mencapai sekitar 80%. Sementara suku bunga yang diberikan BNI untuk KUR Mikro 22 %(melalui chanelling) dan 12 %untuk KUR Kecil.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank BRI Muhamad Ali mengungkapkan untuk kinerja Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di wilayah Solo Raya (Solo, Jogja, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Boyolali) juga melejit. Outstanding KUR setempat tahun 2008 sebesar Rp 279 miliar sedangkan pada posisi Juni 2012 outstanding KUR diwilayah ini telah menjadi Rp 842 miliar. “Untuk jumlah debitur pada 2008 sebanyak 102.597 dan posisi Juni 2012 sebanyak 152.162,” jelas Ali.

Dikatakan Ali, sedangkan debitur yang bermigrasi dari KUR ke Kupedes di wilayah Solo Raya (Solo, Jogja, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Boyolali) pada 2011,berjumlah 934 orang dengan outstanding senilai Rp 10,4 miliar. Dan untuk posisi Juni 2012, nasabah yang telah bermigrasi sebanyak 1.128 orang dengan outstandingnya mencapai Rp 19,5 miliar,” imbuhnya

Sementara itu, lanut Ali, Kupedes BRI untuk wilayah Solo Raya (Solo, Jogja, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Boyolali) meningkat tajam. Data menunjukan outstanding tahun 2008 sebesar Rp 2,4 triliun dan pada Juni 2012 menjadi Rp 4,5 triliun. Tak hanya nilai outstandingnya, jumlah debitur Kupedes juga melejit. Tahun 2008 tercatat sebanyak hanya 345.081 nasabah sedang posisi Juni 2012 menjadi 377.253 nasabah. **cahyo