Franchise Lokal Kian Marak di Indonesia - Bersaing Menjaring Investor

Di tengah ketidakpastian, banyak orang seperti terpacu untuk mencari terobosan baru. Atau mungkin juga, investasinya sendiri sudah direncanakan sejak lama.

NERACA

Investasi bagi semua orang sangat penting, kebanyak orang lebih memilih investasi seperti emas, rumah, tanah dan investasi kepasar modal. Namun, tahu kah anda investasi di bidang franchise juga sangat menjanjikan.

Salah satu pengusaha Indomaret Samsul Nasution, Selasa (26/6) mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap dunia wirausaha, mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini ditandai dengan munculnya beragam peluang bisnis baru serta meningkatnya minat pasar terhadap berbagai macam penawaran investasi bisnis, terutama investasi dengan sistem franchise atau waralaba.

Peluang berinvestasi dengan sistem franchise memang sangat menggiurkan, omset bisnis franchise setiap tahunnya sangat meningkat ini bisa dilihat dari penjualan yang setiap harinya sangat tinggi. Ini yang membuat banyak pihak saling berlomba untuk menekuni bisnis franchise sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan untung besar, tuturnya.

Sekarang ini jenis franchise sangat beragam mulai dari bisnis makanan dan minuman, bisnis retail, sampai beragam bisnis jasa, telah banyak yang dikembangkan dengan sistem kemitraan franchise (waralaba). Maka dari itu persaingan sangat ketat dalam bisnis franchise.

Ia mengatakan, memang sulit untuk memilih investasi yang sangat bagus untuk sekarang ini, namun, salah satu investasi yang bagus dibidang ritel, yaitu investasi franchise menjadi salah satu solusi untuk menginvestasikan dananya ke bisnis ini, namun saya mempunyai keyakinan sendiri bahwa bisnis Indomaret sangat bagus untuk kedepanya, pada tahun 2004 saya memulai bisnis franchise Indomaret dengan modal awal 82 juta.

Dengan adanya persaingan yang sangat kompetitip di bidang franchise, Indomaret menurunkan harga pada tahun 2008 dengan harga 36 juta dengan harga sebelumnya 85 juta untuk membuka franchise indomaret, ini salah satu strategi dan dengan banyaknya persaingan bisnis franchise ini bertujuan untuk menjalin kerjasa dengan investor yang ingin membuka usaha franchise, tuturnya.

Ia mengungkapkan, pendapatan dalam usaha franchise ini sangat besar, dengan pendapatan 300 juta per bulan, dan ini belum termasuk membayar gaji karyawan, keuntungan bersih yang di dapat satu bulan mencapai 15-18 juta.

Konsumen

Masyarakat sekarang ini sudah semakin pintar dalam menentukan bisnis dengan adanya peraingan yang sangat ketat dalam membuka lapangan kerja baru. Kini banyak kalangan mulai tertarik dengan usaha franchise, dilihat dari paksa pasar di Indonesia yang sangat menjanjikan peluang ini sangat diminati oleh banyak pihak. Keadaan inilah yang membuat investasi dengan sistem franchise menjadi pilihan tepat bagi peluang bisnis.

Bahkan menurut Samsul, dengan adanya krisis global tidak ada dampak apapun terhadap penjualan kami, karena yang kami jual adalah bahan-bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita seperti sabun, beras, gula.

Samsul mengatakan, dengan adanya krisis ekonomi tidak hanya menyebabkan keterpurukan seperti terlihat pada lesunya industri dan meluasnya PHK. Di sisi lain, impitan krisis juga mendorong semangat untuk mendirikan usaha baru seperti terjun ke dunia bisnis franchise.

Brand franchise kadang juga sudah memiliki pelanggan yang fanatik sehingga usaha sudah bisa berjalan lancar sejak hari pertama. Inilah keuntungan kita membeli franchise. Meski ada tantangan dalam bisnis franchise banyak orang yang tertarik dalam bisnis ini.

Karena semakin banyaknya investor yang masuk dalam bisnis franchise area ini menjadi semakin sempit. Dalam keadaan seperti ini persaingan keras kerap terjadi justru antar pemegang hak waralaba yang sama.

Tantangan yang harus diperhatikan dalam membuka bisnis franchise adalah dengan adanya krisis membuat daya beli masyarakat berkurang. Apa lagi dengan lokasi yang tidak bagus seperti keberadaannya jauh dari tempat ramai atau akses yang sangat mudah bagi masyarakat, para pengusaha franchise harus sadar dengan konsekuensi yang harus di terima para pengusaha ini.

Namun banyak orang yang mengambil hak waralaba dengan brand yang sudah kuat dan memiliki keuntungan yang banyak. Meski begitu, terlebih di dalam situasi sulit, perjanjian waralaba harus sungguh-sungguh diperhatikan. Jangan pula memaksakan membuka franchise di wilayah yang sudah padat dengan brand yang sama.

Melihat persaingan yang sangat ketat dalam membuka franchise, para pengusaha berusaha mencari perbedaan dari franchise lain, seperti menyediakan pelayanan yang bagus dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung salah satu cara untuk menarik pembeli.

Pertumbuhan Industri Ritel

Pertumbuhan industri ritel di Indonesia dalam setiap tahunnya tumbuh dengan cepat. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 240 juta jiwa menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi perkembangan bisnis ritel. Tak heran jika ritel-ritel asing pun ikut membidik pasar Indonesia.

"Kita harapkan dengan masuknya waralaba asing, pengusaha kita berkembang seperti kemitraan waralaba, tapi malah semakin banyak monopolinya. Kita dengan pemerintah bisa berjalan bersama dan melindungi pengusaha lokal. Kita sebagai masyarakat Indonesia mendukung bisnis anak negeri karena berkembang. Bukan hanya di Jakarta tapi juga di daerah.”

Di tengah maraknya franchise dari luar masuk ke Indonesia, kita berupaya untuk membina waralaba lokal agar bisa melebarkan sayap ke negara lain. "Tidak hanya jago kandang, tapi sukses di luar negeri. Bukan hanya mampu membawa bisnis dari luar ke dalam negeri. Kita harus persiapkan pebisnis kita agar siap jual bisnisnya ke luar negeri.”

Namun keberadaan ritel asing tersebut rupanya perlu dicermati gerak-geriknya baik pemerintah dan pelaku bisnis ritel lokal. Di karenakan waralaba asing cenderung melanggar aturan yang berlaku mengenai perizinan yang sering di langgar oleh ritel asing.

Minat pelaku bisnis untuk membuka usaha gerai minimarket Alfamart semakin banyak. Tri Prasetyo Branch Manager Malang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mengaku pihaknya menerima ratusan pengajuan masyarakat yang ingin bekerja sama mengembangkan gerai Alfamart. Pihaknya penilaian tersendiri, sehingga tidak semua pengajuan direalisasikan. Syaratnya luas lahan yang menjadi pertimbangan dan pasar. Sedikitnya jumlah penduduk di sekitar area harus mencapai 2.000 kepala keluarga.

Ada dua jenis gerai yang dioperasikan antara lain jaringan di bawah manajemen Alfamart dan jaringan waralaba yang memberikan kontribusi sekitar 30%. Biaya investasi untuk jaringan waralaba sekitar Rp250.000.000 hingga Rp350.000.0000 di luar lahan. Sementara untuk gerai yang dikelola Alfamart, harga investasi mencapai Rp500.000.000 per gerai.

Tri Prasetyo mengaku pihaknya akan menggenjot waralaba ini, karena masih banyak wilayah yang belum tergarap. Dalam ekspansi gerai selalu memperhitungkan potensi pasar di wilayah yang akan dibidik. Untuk pasar yang besar, Alfamart bisa mendirikan dua gerai sekaligus di lokasi yang berdekatan.

Melihat persaingan yang sangat ketat dalam membuka franchise, para pengusaha berusaha mencari perbedaan dari franchise lain, seperti menyediakan pelayanan yang bagus dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung salah satu cara untuk menarik pembeli.

BERITA TERKAIT

OJK Kaji Bentuk Perusahaan Efek Lokal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji rencana pembentukan perusahaan efek lokal. Hal itu dilakukan demi dapat melancarkan penetrasinya ke calon…

Aspek Ekonomi dan Politik Pegangan Investor - Investasi di Pasar Modal

NERACA Jakarta - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengatakan penting bagi investor untuk terus memperhatikan aspek ekonomi dan politik…

Kapolri Minta Investor Tidak Ragu Berinvestasi - Jaminkan Keamanan Stabil

NERACA Jakarta - Kapolri Jenderal Pol, Tito Karnavian mengajak para investor agar tidak ragu untuk berinvestasi di Indonesia karena situasi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…