Diversifikasi Pangan Bakal Perkuat Pasar Domestik - Kaya Akan Ragam Kuliner

NERACA

Jakarta - Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan penderita diabetes keempat terbesar di dunia menurut data World Health Organization (WHO). Selain beras, Indonesia juga merupakan salah satu konsumen gula kedua terbesar di dunia, setelah Amerika Latin.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Ditjen PDN) Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan, dengan merubah pola konsumsi, kesehatan masyarakat juga dapat lebih meningkat. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah yang tercermin dari beraneka ragam kuliner nusantara.

“Kekayaan kuliner tersebut yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (6/6).

Sebagai bukti konsistensi dukungan Kementerian Perdagangan untuk memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal. Ditjen PDN menyelenggarakan Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kedua pameran tersebut mengangkat tema Diversifikasi Pangan Nasional dan Peningkatan Transaksi Domestik melalui misi dagang lokal, diharapkan dapat mendukung penguatan pasar dalam negeri terutama melalui peningkatan transaksi antar wilayah, serta meningkatkan konsumsi produk domestik.

Pada dengan tahun 2011, rasio penggunaan produk dalam negeri terhadap konsumsi rumah tangga masih 92%. Untuk mencapai target 95% pada 2014, Kementerian Perdagangan telah memfokuskan 10 produk yang akan diperkuat transaksinya, yaitu pangan segar, pangan olahan, kuliner, jamu, kosmetika, produk spa, alas kaki, furnitur, alat rumah tangga, serta pakaian dan kain.

Konsumsi rumah tangga telah menyumbang 54,6% dari PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar Rp7.427,1 triliun. Artinya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia pada 2011 adalah sebesar Rp4.053,4 triliun.

Gunaryo berharap, peserta yang berpartisipasi dapat memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memperluas akses pemasarannya, namun juga untuk mengukur sejauh mana produknya memiliki daya saing. “Negara-negara lain telah melirik potensi pasar Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kita dapat meningkatkan daya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan daya saing yang akhirnya akan mendukung kinerja perdagangan dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Alasan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah adalah dengan pertimbangan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan sentral kawasan perdagangan Indonesia Timur. Selain itu, Sulawesi Selatan merupakan provinsi yang peduli terhadap penggunaan produk dalam negeri dan pembinaan UKM, bahkan Sulawesi Selatan memiliki kuliner hasil laut yang sangat potensial dan terkenal hingga mancanegara.

BERITA TERKAIT

Pasar Modal Masuk Pendidikan Formal - Perkuat Basis Investor Lokal

NERACA Jakarta –Besarnya potensi pertumbuhan industri pasar modal dalam negeri, terus dioptimalkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa…

Jamkrindo Jaring Startup Bidang Pangan Lewat Kompetisi

      NERACA   Jakarta - Sebanyak 10 startup bersaing kuat di acara final penjurian Jamkrindo Startup Challenge (JSC)…

Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

China Tanda Tangani Pembelian Kelapa Sawit Indonesia

NERACA Jakarta – Beberapa pengusaha China menandatangani kontrak pembelian kelapa sawit dan produk turunannya dari Indonesia senilai 726 juta dolar…

Gencar Pembangunan, Potensi Bisnis Desain dan Interior Kian Mentereng

NERACA Jakarta - Gencarnya  pembangunan sektor properti baik perumahan, apartemen, ruko, hingga gedung perkantoran dan lainnya memicu demand terhadap kebutuhan…

Kemenperin Pastikan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena…