Pemerintah Ajukan Sengketa Rokok Ke WTO - Amankan Akses Pasar

NERACA

Jakarta - Perusahaan rokok internasional saat ini sedang bersaing dengan perusahaan nasional. Kretek tercipta untuk kesejahteraan bersama, karena di Indonesia untuk pembuatan kretek melibatkan petani tembakau dan petani cengkeh yang besarannya sampai dengan dua juta jiwa. Kretek memiliki kontribusi besar terhadap sektor penerimaan negara, setiap tahunnya menyumbangkan sebesar Rp62,7 triliun untuk Indonesia.

Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo menekankan bahwa tujuan Indonesia mengajukan kasus rokok kretek ke WTO (World Trade Organization) bukan untuk meningkatkan ekspor produk rokok kretek, melainkan untuk mengamankan akses pasar rokok kretek ke negara-negara tujuan ekspor utama.

Berawal dari kasus rokok kretek antara Indonesia versus Amerika Serikat (AS) karena diberlakukannya Family Smoking Prevention and Tobacoo Control Act di AS. Undang-undang tersebut bertujuan untuk menurunkan tingkat perokok muda di kalangan masyarakat AS dengan melarang produksi dan perdagangan rokok beraroma, termasuk rokok kretek dan rokok beraroma buah-buahan.

Namun, ketentuan tersebut mengecualikan rokok beraroma mentol produksi dalam negeri AS. Menurut WTO, kebijakan yang membedakan perlakuan terhadap dua produk sejenis merupakan tindakan yang tidak adil (less favourable).

Iman mengatakan, hal ini menyebabkan Australia mencontoh AS dengan cara memaksa produsen rokok kretek untuk menyamakan bentuk dan warna kemasan rokok. Nantinya, kemasan rokok di Australia akan berwarna hijau tidak menarik, bahkan ukuran merek harus sama. “Kami sedang mengusulkan keberatan ke parlemen Australia," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Jum’at (27/4).

Iman menilai selain akan merugikan potensi volume ekspor. Namun, juga berhubungan dengan permasalahan hak paten yang dilindungi. Tentunya jika diterapkan, kebijakan tersebut dapat melanggar ketentuan intellectual property rights (IPR). "Lagi pula, tidak ada bukti kalau kemasan diperketat akan mengurangi jumlah perokok," terangnya.

Menurut dia, potensi untuk bertahan di pasar Australia masih tetap terbuka. Produsen di dalam negeri masih punya peluang untuk memasarkan produknya di sana. "Pasarnya masih terbuka karena rokok kretek memiliki pangsa pasarnya sendiri. Dan, ekspor dilakukan sesuai dengan 'demand' (permintaan pasar) dan tidak perlu ada upaya pengalihan pasar," paparnya.

Asal Usul Kretek

Kretek adalah rokok yang terbuat dari campuran tembakau dan cengkeh. Kata "kretek" sendiri berasal dari bunyi gemeretak cengkeh yang timbul ketika rokok dibakar. Dipasaran terdapat 2 jenis kretek, yaitu kretek filter dan kretek non filter. Sedangkan yang bukan kretek adalah rokok yang hanya terbuat dari tembakau.

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh.

Bedasarkan penelitian Jurnal Protaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids yang diterbitkan Harcourt Publishers Ltd. mengungkapkan, cengkeh memiliki kemampuan antikoagulan (pencegah penggumpalan darah). Daya kerjanya sama hebat dengan aspirin.

Informasi tersebut diperkuat dengan temuan seorang ilmuwan dari University of Wisconsin, Amerika Utara, yang mengungkapkan cengkeh mengandung suatu senyawa anti beku darah. Zat ini dapat melonggarkan pembuluh darah jantung yang tersumbat. Artinya, apabila rajin mengonsumsi makanan mengandung cengkeh dapat melindungi manusia dari ancaman stroke dan serangan jantung.

Related posts