Penyaluran KUR Capai Rp849 Miliar - Terhadap 90.000 debitur

NERACA

Jakarta—Penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Solo pada Maret 2012 mencapai Rp849,25 miliar yang diberikan kepada 94.604 debitur. "Perkembangan KUR yang menggembirakan tersebut mencerminkan bahwa perbankan lebih serius dalam menyalurkan KUR," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Doni P Joewono kepada wartawan di Solo, Kamis,26/4

Menurut Doni, dari sektor ekonomi, kredit perbankan sebagian besar disalurkan ke sektor perdagangan besar dan eceran senilai Rp8,44 triliun, disusul sektor industri pengolahan sebesar Rp7,56 triliun, dan sektor real estate, persewaan sebesar Rp1,09 triliun. "Selain itu, kredit rumah tangga untuk pemilikan rumah, flat atau apartemen, ruko atau rukan, kendaraan bermotor, peralatan rumah tangga, elektronik, dan untuk keperluan multiguna sebagaimana tercakup dalam kredit sektor penerima kredit bukan lapangan usaha dengan porsi mencapai Rp9,13 triliun," tambahnya

Dilihat dari jenis penggunaan, lanjutnya, kredit investasi mengalami pertumbuhan paling tinggi sebesar Rp3,89 triliun, disusul kredit konsumsi yang tumbuh senilai Rp9,13 triliun dan kredit modal kerja yang tumbuh Rp18,46 triliun.

Dikatakan Doni, kondisi perekonomian dan iklim usaha yang kondusif, tampaknya menjadi penggerak untuk tumbuhnya kredit di sektor produktif. "Di sisi lain, kecenderungan penurunan suku bunga kredit investasi juga menarik bagi investor dan pengusaha untuk memanfaatkan fasilitas kredit yang ditawarkan oleh bank,"ujarnya

Terkait kinerja perbankan di Eks Karesidenan Surakarta ini, kata Doni, terus mengalami peningkatan. "Itu antara lain dibuktikan dengan total aset, kredit dan pembiayaan serta dana pihak ketiga (DPK) yang ada di bank hingga Maret 2012 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya

Dikatakan, peningkatan kinerja itu merupakan hasil dari 65 Kantor Cabang Bank Umum dan 88 Kantor Pusat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah tersebut. "Sampai Maret 2012, menurutnya, total aset perbankan mencapai Rp40,10 triliun," tuturnya.

Pertumbuhan total aset perbankan tersebut, menurutnya, terutama berasal dari meningkatnya DPK atau simpanan masyarakat yang mencapai Rp32,22 triliun.

Doni menambahkan simpanan masyarakat yang paling besar dalam bentuk tabungan dengan pangsa mencapai 48,88 persen dari DPK atau senilai Rp15,75 triliun.

Kemudian, lanjutnya, disusul deposito dengan pangsa sebesar 36,62% atau senilai Rp11,80 triliun dan sisanya berbentuk giro (sekitar 14,50% atau senilai Rp4,67 triliun). Disebutkan, kredit yang disalurkan perbankan pada Maret 2012 mencapai Rp31,49 triliun atau tumbuh. "Dari jumlah kredit tersebut, senilai Rp12,49 triliun disalurkan kepada 400.256 debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kalangan UMKM yang sudah 'feasible' namun belum 'bankable' pun semakin mudah mengakses pembiayaan bank melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah," pungkasnya. **cahyo

Related posts