Demi Stabilisasi Harga, Pemerintah Gelar OP

Demi Stabilisasi Harga, Pemerintah Gelar OP

NERACA

Jakarta - Pemerintah terus berkomitmen menjaga kecukupan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya untuk komoditas gula. Salah satunya dengan menggelar operasi pasar (OP) yang bertujuan menyediakan pasokan gula dan menekan harga komoditas gula yang saat ini berada di atas harga acuan.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pedagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Suhanto saat menggelar OP di Pasar Petojo Ilir, Jakarta Pusat.

Artinya untuk menjaga stabilitas harga bapok khususnya gula pasir, pada OP ini Kementerian Perdagangan dan PT Sungai Budi menggelontorkan sebanyak lima ton gula untuk dijual sesuai Permendag No. 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen dan harga acuan yang sebesar Rp12.500/kg kepada masyarakat.

“Masyarakat diharapkan tidak panik, membeli sesuai kebutuhan, serta tertib dalam berbelanja karena pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bapok aman selama penyebaran COVID-19 serta menjelang puasa dan Lebaran 2020," tegas Suhanto.

OP dihadiri Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ojak Simon Manurung serta Kepala Biro Humas Olvy Andrianita yang didampingi produsen gula dalam negeri PT Sungai Budi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut peninjauan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto ke ritel modern Transmart Duta Merlin dan Mal Puri Indah di Jakarta.

Menurut Suhanto, pemerintah juga telah menambah pasokan gula dalam negeri melalui impor gula dalam bentuk gula mentah (raw sugar), gula konsumsi yang dilakukan pabrik gula berbasis tebu dan BUMN, serta pengadaan gula konsumsi oleh BUMN yang berasal dari pabrik gula dalam negeri.

"Penambahan stok gula sudah dilaksanakan sejak kemarin (19/3) di ritel modern Jakarta yaitu Transmart Duta Merlin sebanyak 20 ton dan Food Hall Plaza Senayan sebanyak 10 ton. Selanjutnya, APRINDO akan melakukan penambahan stok di jaringan ritel anggota APRINDO di seluruh Indonesia," tutur Suhanto.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan gula di wilayah DKI Jakarta, tiga perusahaan Lampung akan mendistribusikan sebanyak 33 ribu ton gula.

Hal ini merupakan komitmen ketiga perusahaan tersebut setelah Kemendag bersama dengan Satgas Pangan, Polda Lampung serta Gubernur Lampung turun melakukan pengawasan dan menemukan fakta bahwa stok gula mencukupi untuk didistribusikan ke Jawa, khususnya Jakarta. Selain itu juga didistribusikan ke Lampung, Jambi, dan Riau.

"Ketiga perusahaan Lampung tersebut siap mendistribusikan stoknya dan berkomitmen menjaga harga jual gula di ritel modern sesuai harga acuan yang ditetapkan dalam Permendag No. 7 Tahun 2020," jelas Suhanto.

Berdasarkan data perkembangan harga bapok yang dianalisa Kemendag, harga rata-rata nasional gula pasir per 19 Maret 2020 tercatat sebesar Rp17.192/kg. Nilai ini mengalami kenaikan 20,90 persen dibandingkan bulan lalu yang mencapai sebesar Rp14.220/kg atau 37,54 persen di atas harga acuan atau HET. Harga nasional gula pasir tertinggi yang di atas harga acuan terdapat di Manokwari sebesar Rp20.000/kg.

Sementara itu, jumlah stok gula milik pabrik gula, petani, dan pedagang per 9 Maret 2020 sebesar 159.988 ton.

Sedangkan realisasi impor gula mentah yang diolah gula pasir putih yang terbit hingga Maret 2020 sebesar 268.172 ton. "Jadi impor gula diperkirakan akan masuk pasar pada akhir Maret atau awal April 2020," tambah Suhanto.

Selain komoditas gula, menurut Suhanto, OP kali ini juga menggelontorkan sebanyak dua ton minyak goreng yang juga dijual sesuai ketentuan harga acuan dalam Permendag No. 7 Tahun 2020.

Berdasarkan analisa data Kementerian Perdagangan pada 19 Maret 2020 untuk minyak goreng tercatat sebanyak 800 ribu ton.

Sementara itu, harga minyak goreng curah menurun menjadi Rp11.400/lt atau turun 1,89 persen dibandingkan bulan lalu yang mencapai Rp11.682/lt. Penurunan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp12.173/lt atau turun 0,02 persen.

Namun, harga tersebut masih berada di atas harga acuan yang sebesar Rp11.000/lt. Suhanto menegaskan, jumlah pasokan minyak goreng relatif aman untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan.

"Untuk memastikan ketersediaan minyak goreng, Kemendag telah meminta produsen untuk tetap fokus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri. Kemendag juga mengimbau pelaku usaha untuk menyediakan minyak goreng kemasan sederhana secara masif di pasar rakyat," pungkas Suhanto.

BERITA TERKAIT

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…

Respon Positif Kebijakan Penanganan Covid-19, Kepercayaan Pasar Mulai Tumbuh Kembali

Jakarta – Di tengah pandemi virus corona (covid-19) yang sedang fokus diatasi pemerintah, kabar baik muncul dari pasar uang dan…

Implementasi Kartu Prakerja Harus Dipercepat

NERACA Jakarta - Dalam rangka melindungi para pencari kerja dan pekerja formal atau informal yang terkena dampak langsung dari berkurangnya…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Cegah Penyebaran Covid-19, Kemendag Tunda TEI ke-35 Tahun 2020

NERACA Jakarta – Demi memutus rantai virus Covid-19 maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan menunda pelaksanaan Trade Expo Indonesia…

Atasi Covid-19 Kerjasama Global Dilakukan

NERACA Jakarta – Sudah waktunya melakukan kerja sama global untuk mengatasii Covid-19. Hal itulah yang dilakukan oleh pemerintah yang diwakili…

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…