Wait and See, IHSG Akhir Pekan Menguat Terbatas

Jakarta – Sepinya transaksi saham dilantai bursa membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ditutup melemah. Selain itu, serbuan aksi ambil untung pelaku pasar terhadap saham lapis dua juga membuat indeks tertahan di zona hijau.

Menutup perdagangan, Kamis (19/4), IHSG menipis 2,521 poin (0,06%) ke level 4.163,716. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 1,458 poin (0,21%) ke level 708,977. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, IHSG ditutup turun tipis pada perdagangan Kamis dengan transaksi perdagangan yang cenderung sepi menyusul beberapa data ekonomi serta perkembangan berita memberikan sentimen negatif, “Data ekonomi serta perkembangan berita yang memberikan sentimen negatif masih cukup dominan," katanya di Jakarta, Kamis (19/4).

Namun disisi lain, kata dia, keberhasilan Spanyol dalam lelang surat hutang tampaknya menjadi katalis positif bagi pembukaan bursa Eropa. Oleh karena itu, dia memproyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak mendatar (sideways) dengan kecenderungan menguat tipis pada kisaran "support-resistance" 4.145-4.181 poin. "Investor tampaknya akan mulai kembali mencermati musim pengumuman kinerja emiten kuartal pertama 2012," ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham di sektor infrastruktur, tambang, finansial dan properti mulai menguat mendekati penutupan perdagangan akibat adanya aksi beli selektif. Sayangnya koreksi di saham-saham lapis dua menahan indeks di teritori negatif.

Perdagangan didomininasi investor lokal, asing tidak terlalu banyak bertransaksi. Transaksi asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 112,677 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 152.830 kali pada volume 8,836 juta lot saham senilai Rp 3,939 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 145.000, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 149.000, Berlina (BRNA) naik Rp 415 ke Rp 2.225, dan Fastfood (FAST) naik Rp 400 ke Rp 14.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Century Textille (CNTX) turun Rp 1.500 ke Rp 13.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 72.750, Multibreeder (MBAI) turun Rp 700 ke Rp 12.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 19.650.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 15,123 poin (0,37%) ke level 4.151,114. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,262 poin (0,46%) ke level 707,173. Saham-saham di sektor infrastruktur menjadi satu-satunya penopang jatuhnya bursa saham dengan penguatan lebih dari satu persen. Saham-saham lapis dua, terutama di sektor aneka industri menyeret indeks ke zona merah dengan koreksi yang cukup tinggi.

Investor asing melakukan aksi wait and see, terlihat dari nilai transaksi asing yang masih tipis. Hingga siang ini, asing sudah membukukan pembelian bersih dengan nilai sangat tipis. Perdagangan siang berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 77.790 kali pada volume 4,392 juta lot saham senilai Rp 1,734 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 141 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 143.000, Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 425 ke Rp 3.025, Fastfood (FAST) naik Rp 400 ke Rp 14.500, dan (EPMT) naik Rp 240 ke Rp 1.220.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 72.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 57.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 30.950, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 19.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 4,45 poin atau 0,11% ke posisi 4.161,79. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,13 poin (0,16%) ke level 709,30. "IHSG dibuka melemah. Investor masih 'wait and see' terhadap hasil lelang obligasi Perancis dan Spanyol dengan total nilai 13,5 miliar euro," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia menambahkan, minimnya sentimen dalam negeri dapat menekan IHSG Kamis, meskipun dari eksternal Jepang dilaporkan ekspor di bulan Maret yang jauh lebih baik dari estimasi.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan mengatakan, pada perdagangan Kamis secara teknikal indeks BEI diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.135-4.188 poin. "Rencana lelang obligasi Spanyol dan Perancis yang akan dilakukan hari ini, serta antisipasi terhadap pengumuman data ekonomi AS seperti data pengangguran dan 'existing home sales' akan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks," paparnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 50,89 poin (0,24%) ke level 20.831,62, indeks Nikkei-225 turun 62,79 poin (0,65%) ke level 9.604,47 dan Straits Times menguat 1,17 poin (0,04%) ke level 3.001,75.(bani)

Related posts