Tambah Gerai Baru, Matahari Targetkan Laba Rp 200 Miliar

Neraca

Jakarta – Persaingan bisnis ritel terus berkembang pesat dan bahkan derasnya rite lasing yang masuk memaksa perusahaan peritel lokal melakukan ekspansi bisnis secara besar. Namun bagi PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), persaingan tersebut menjadi tantangan dan bahkan perusahan grup Lippo ini optimis bisa kantongi laba Rp 200 miliar ditahun ini.

Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk Hendra Sidin mengatakan, seiring dengan penambahan gerai baru ditahun 2012, maka laba bersih tahun ini bisa tercapai diatas Rp 200 miliar, “Target laba tahun ini merupakan batu loncatan pertumbuhan laba bersih perseroan dari 60% dibandingankan penjualan,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia juga menyebutkan, untuk target penjualan, Hendra menuturkan pihaknya menargetkan penjualan 24% pada 2012. Maka untuk memenuhi target penjualan tersebut, perseroan akan membangun 17 gerai pada 2012.

Di mana 4-5 gerai telah dibangun pada awal 2012. Perseroan telah membangun di Cimanggis, Palembang dan Paso Ambon. Tiga gerai lagi akan dibuka pada April 2012. Perseroan berencana buka gerai di Papua pada 2012."Dari 17 gerai baru tersebut yang 65% termasuk wilayah baru termasuk di luar Jawa," kata Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk, Danny Konjongian.

Selain itu, perseroan akan menganggarkan dana belanja modal Rp1 triliun pada 2012 untuk bangun 17 gerai tersebut. Dana tersebut berasal dari kas internal dan fasilitas perbankan. Kemudian, perseroan menargetkan market share menambah 2%-2,5% pada 2012 untuk matahari food business. Di mana perseroan mencatatkan market share 16,17% pada 2011.

Terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Danny mengakui bila hal tersebut akan berdampak terhadap kenaikan harga barang. Semakin mahal barang maka daya beli masyarakat menurun. Pihaknya akan mengoptimalkan level dengan memberikan harga terjangkau kepada masyarakat bekerjasama dengan supplier.

Sebelumnya perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp105,03 miliar pada 2011. Perseroan telah membuka 12 gerai hypermarket pada 2011.

Bagikan Dividen

Berdasarkan hasil keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), perseroan menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2011 sebesar Rp32,267 miliar. Kata Danny Konjongian, perseroan akan membagi total dividen Rp32,267 miliar dengan pembagian Rp6 per saham atau 30,7% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk,”Tanggal kepastian pembagian dividen akan diumumkan kembali tanggal pastinya. Kemungkinannya ada di kuartal ke-2,”ungkapnya.

Menurutnya, nilai dividen tersebut dihitung dari entitas karena sesuai dengan Peraturan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) yang baru ada sedikit perubahan. Bila di dalam Laporan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) laba bersih perseroan mencapai sekitar Rp120 miliar.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sisa laba bersih Rp2 miliar akan dialokasikan untuk dana cadangan dan Rp70,76 miliar untuk laba ditahan. Perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp105,03 miliar pada 2011. (didi)

Related posts