Bank DKI catat Pertumbuhan Kredit 27,47%

NERACA

Jakarta - PT Bank DKI mencatat pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun 2011 meningkat sekitar 27,47% dibandingkan dengan tahun 2010. "Kami terus aktif meningkatkan peran intermediasi perbankan dengan penyaluran kredit pada tahun 2011 meningkat 27,47% dari Rp8,538 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp10,884 triliun pada tahun 2011," kata Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono saat disela-sela seminar halfday Bank DKI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (4/4).

Selain itu, lanjut Eko, perseroan juga telah melakukan upaya-upaya dalam rangka mengembangkan ekonomi dan terus mendukung optimalisasi ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan di kawasan DKI Jakarta. “bentuk kontribusi kami adalah dengan konsisten memberikan kontribusi dividen dalam bentuk penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp150 miliar pada 2011 kepada Pemprov DKI Jakarta. Nilai ini secara perlahan tumbuh yang sebelumnya hanya Rp100 miliar,” imbuhnya.Eko menambahkan, bersama Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Bank DKI mencoba meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tingkat Kecamatan dalam mendukung peningkatan PAD Provinsi DKI Jakarta dari sektor pajak dan retribusi. Sebagaimana yang diamanahkan dalam peraturan gubernur no.75 tahun 2009 tentang pelayananterpadu pembayaran pendapatan asli daerah melalui bank. “Selain itu, Bank DKI melalui inovasi layanan perbankan yang berbasiskan teknologi telah meluncurkan sistem baru JakCard sebagai e-ticketing trans Jakarta Busway,” pungkas EkoSementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja Bank DKI yang pada Desember 2011 mecapai aset Rp19,5 triliun dengan raihan laba sebesar Rp301 miliar. “saya mengharapkan Bank DKI bisa meningkatkan penyaluran kredit produktif kepada sektor UMKM dan juga mendukung untuk pengembangan infrastruktur di Jakarta dan dapat memberikan dukungan yang maksimal kepada program perekonomian yang diusung oleh pemerintah, yang tentunya dengan mengedepankan aspek prudential banking dan good corporate governence,” tutupnya. **bari

BERITA TERKAIT

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…