Wakil Ketua MPR RI - Masyarakat Tidak Perlu Besarkan Ketakutan Hadapi Pemilu

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR RI

Masyarakat Tidak Perlu Besarkan Ketakutan Hadapi Pemilu

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan masyarakat Indonesia tidak perlu membesarkan kekhawatiran dan ketakutan terhadap temperatur politik yang memanas menjelang pemilu presiden 2019.

"Indonesia memiliki pengalaman panjang menyelenggarakan pemilu dan setiap menjelang pemilu situasinya selalu panas. Namun, setelah pemilu selesai dan ada pemimpin yang terpilih, maka masyarakat kembali damai lagi," kata Hidayat Nur Wahid pada diskusi Empat Pilar MPR RI: "Konsolidasi Nasional untuk Pemilu Damai", di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (25/3).

Menurut Hidayat, setiap selesai pemilu masyarakat kembali pada kehidupan bermasyarakat secara damai. Karena itu, menghadapi pemilu presiden 2019, kata dia, sebagian masyarakat Indonesia tidak terlalu membesar-besarkan kekhawatiran dan ketakutan.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, situasi yang panas menjelang pemilu presiden saat ini, tidak akan sampai membelah bangsa Indonesia, apalagi membelah negara Indonesia."Perbedaan pilihan adalah wajar, tergantung bagaimana penyikapannya. Perbedaan pilihan itu harus disikapi secara dewasa dan bijaksana," ujar dia.

Hidayat menceritakan, soal kekhawatiran masyarakat Indonesia akan terbelah atau bubar sudah terjadi pada saat Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun mundur dari jabatan presiden."Saat itu, muncul wacana-wacana, bahwa Indonesia bisa bubar," kata dia.

Pengganti Presiden Soeharto, kata dia, adalah BJ Habibie yang berlatar belakang sipil, memimpin Indonesia dalam proses transisi dari era orde baru ke era reformasi."Ternyata Pak Habibie dapat membawa proses transisi itu secara baik dan tidak terjadi gejolak di masyarakat," kata dia.

Hidayat menambahkan, pada saat Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diberhentikan oleh MPR RI, sebagian masyarakat juga ada yang khawatir Indonesia akan terbelah, tapi kekhawatiran itu juga tidak terbukti. Ant

BERITA TERKAIT

Mantan Ketua MK - Gugatan ke MK Bukan Semata-mata Soal Menang Atau Kalah

Jimly Asshiddiqie Mantan Ketua MK Gugatan ke MK Bukan Semata-mata Soal Menang Atau Kalah Jakarta - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi…

Stabilitas Ekonomi Jangka Pendek Juga Perlu Diperhatikan

    NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Abra Talattov menilai bahwa…

Ramadhan Pasca Pemilu, Momentum Tepat Jalin Persatuan

  Oleh : Ismail, Pemerhati Sosial dan Politik   Pemilu sudah tinggal menunggu ketetapan hasil resmi dari KPU, namun hembusan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik

Agus Rahardjo Respons Pansel Pimpinan KPK Tuai Kritik NERACA Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo merespons soal…

KPK Evaluasi Kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung

KPK Evaluasi Kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung   NERACA Bandarlampung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan tahun 2018…

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU

MK Ingatkan Penutupan Pendaftaran PHPU NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono mengingatkan batas waktu pendaftaran…