Indonesia Kembali Pimpin Sidang Internasional Kekayaan Intelektual

Indonesia Kembali Pimpin Sidang Internasional Kekayaan Intelektual

NERACA

Jakarta - Perwakilan Indonesia untuk PBB di Jenewa kembali memimpin sidang internasional terkait kekayaan intelektual dan pembangunan, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari kantor Perwakilan Tetap RI (PTRI) di Jenewa yang diterima di Jakarta, Senin (26/11).

Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, kembali memimpin pertemuan sesi ke-22 Komite Pembangunan dan Kekayaan Intelektual (Committee on Development and Intellectual Property-CDIP).

Pertemuan itu berlangsung di Markas Besar Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization/WIPO) di Jenewa, Swiss pada 19 - 23 November 2018, dan dihadiri oleh delegasi dari 191 negara anggota WIPO dan Dirjen WIPO.

"Kekayaan intelektual merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam hal ini, melalui CDIP, seluruh negara anggota WIPO dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memberikan masukan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan terkait kekayaan intelektual dan pembangunan," ujar Dubes Hasan Kleib.

Di bawah kepemimpinan Indonesia, CDIP berhasil memutuskan berbagai agenda yang sempat lama terhambat, termasuk menyepakati penyelenggaraan Konferensi Internasional terkait Kekayaan Intelektual dan Pembangunan pada 2019, yang sejak 2015 tidak dapat disepakati.

Dubes RI Hasan Kleib diakui telah berhasil mencatat sejarah WIPO, di mana untuk pertama kalinya seluruh mata agenda pertemuan berhasil disepakati tanpa ada yang tertunda. Kesuksesan kepemimpinan Indonesia di CDIP diakui langsung oleh Direktur Jenderal WIPO, Francis Gury, serta seluruh negara anggota, baik dari negara berkembang maupun negara maju.

Hal itu akan semakin mengukuhkan citra Indonesia sebagai negara yang dapat menjembatani kepetingan negara berkembang dan negara maju di forum internasional.

Dalam sesi itu, CDIP secara aklamasi juga menerima usulan pemerintah Indonesia untuk memasukkan topik bahasan baru berjudul "Kekayaan Intelektual dan Ekonomi Kreatif". Usulan tersebut diajukan Indonesia sebagai tindak lanjut dari kegiatan "World Conference on Creative Economy" di Bali pada 6-8 November 2018 dan menekankan pentingnya WIPO untuk turut berperan dalam membahas peran kekayaan intelektual dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kepemimpinan Indonesia di CDIP periode 2018-2019 difokuskan untuk turut mendukung salah satu program prioritas Pemerintah RI untuk mendorong ekonomi Indonesia yang berbasis inovasi, pengetahuan dan kreativitas. CDIP merupakan satu-satunya forum internasional yang khusus membahas keterkaitan isu kekayaan intelektual dan pembangunan. Ant

BERITA TERKAIT

Kembali Bersatu Wujudkan Kemajuan Bangsa Pasca Pemilu 2019

  Oleh: Hari Sanyoto, Alumni Universitas Gunadarma Depok   Tidak bisa kita pungkiri bahwa sebelum digelarnya Pemilihan Umum 2019 kemarin…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Garuda Indonesia Raup Untung US$ 20,48 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2019, PT Garuda Indonesia Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 20,48 juta. Bila dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan

Upaya Pencegahan Pelanggaran Persaingan Usaha Melalui Program Kepatuhan NERACA Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) selalu berupaya melakukan upaya…

KPK Soroti Kinerja BUMD di Kepri

KPK Soroti Kinerja BUMD di Kepri NERACA Tanjungpinang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah…

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN

Di Sumsel, 114 Penyelenggara Negara Belum Sampaikan LHKPN NERACA Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara…