Kredit dan Likuiditas Perbankan Tak Terpengaruh - Terkait Rencana Kenaikkan BBM

NERACA

Jakarta—Kebijakan menaikkan harga BBM subsidi dinilai tidak akan mempengaruh rencana ekspansi bank dalam penyaluran kredit maupun likuiditas. "Inflasi tahunan saya pikir meskipun ada kenaikan BBM tidak akan double digit, jadi masih ok dan belum berpengaruh (terhadap target pertumbuhan kredit bank)," kata pengamat ekonomi Aviliani di Jakarta, Kamis (1/3)

Lebih jauh kata Aviliani, angka inflasi tahun ini akan bergerak di angka 6,5% sampai 7% atau hanya 2% di atas asumsi makro APBN 2012 di angka 4,5% plus minus 1%. "Apalagi kalau proyek Master Plan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tentu akan jalan," tambahnya

Menyinggung soal likuiditas bank yang kemungkinan juga akan terkendala dengan adanya kenaikan BBM dan disinyalir menghambat daya beli masyarakat ini, Aviliani menyarankan agar bunga simpanan di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berada di atas bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). "Sudah bagus, harusnya LPS bunganya di atas SBI supaya orang yang enggak punya duit bisa ke bank. Tapi kalau LPS lebih rendah dari SBI bahaya, karena masuk SBI semua," tandas Komisaris BRI ini.

Sebelumnya, berdasarkan data Bank Indonesia terungkap 10 perbankan yang tercatat sebagai perbankan yang paling rajin memberikan kredit. Total porsi kredit dari 10 perbankan tersebut terhadap pangsa total kredit bank umum mencapai 62,92%. Pada posisi pertama, tercatat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi perbankan dengan penyaluran kredit paling tinggi mencapai Rp283,83 triliun atau 12,90 persen. Meningkat Rp42,81 triliun secara year on year (yoy).

Tempat kedua diisi oleh PT Bank Mandiri Tbk dengan penyaluran kredit sebesar Rp272,19 triliun atau 12,37%. Meningkat Rp54,38 triliun secara yoy. Posisi ketiga ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan penyaluran kredit sebesar Rp199,48 triliun atau 9,07%. Meningkat Rp46,37 triliun secara yoy.

Di posisi keempat, diisi oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan total penyaluran kredit mencapai Rp157,252 triliun atau 7,15%. Meningkat Rp24,82 triliun secara yoy. Sementara di tempat kelima, PT CIMB Niaga Tbk dengan total penyaluran kredit sebesar Rp122,17 triliun atau 5,55 persen atau meningkat Rp19,45 triliun secara yoy. Keenam yakni PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan total penyaluran kredit sebesar Rp87,18 triliun atau 3,96%. Meningkat Rp11,92 triliun secara yoy.

Ditempat ketujuh, tercatat PT Pan Indonesia Bank Tbk dengan total penyaluran kredit sebesar Rp68,73 triliun atau 3,12%. Meningkat Rp13,02 triliun secara yoy. Di posisi kedelapan, yakni PT Bank Permata Tbk dengan total penyaluran kredit sebesar Rp67,18 triliun atau 3,05%. Meningkat Rp15,65 triliun secara yoy. Posisi kesembilan yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dengan total penyaluran kredit sebesar Rp63,55 triliun atau 2,89%. Meningkat Rp12,09 triliun secara yoy. Pada posisi terakhir ditempati oleh PT BII Tbk dengan total penyaluran kredit sebesar Rp62,62 triliun atau 2,85%. Meningkat Rp12,56 triliun secara yoy. **cahyo

Related posts