Strategi Nokia di Pasar Gadget

Neraca. Nokia memberikan harga murah untuk mempercepat penjualan ponsel cerdas Lumia 610 dan menggandeng Microsoft untuk memperluas jaringan penjualan gadget di seluruh dunia.

Nokia mempercepat penjualan ponsel cerdas yang berjalan di platform Windows Phone. Salah satu strategi Nokia untuk mempercepat penjualan adalah dengan memberikan harga murah dan memperluas jaringan penjualan di seluruh dunia.

Nokia telah mempresentasikan Lumia 610 yang dibandrol dengan harga 189 euro atau US$ 251 yang memiliki harga 30% lebih murah dari Nokia Lumia 710. Selain itu, Nokia menggandeng Microsoft untuk mengokohkan strategi perihal target perluasan maupun penjualan gadget.

Kedua perusahaan tersebut telah menyatakan aliansinya setahun yang lalu, dan dalam waktu delapan bulan, mereka akan memproduksi handset pertama. Untuk memuluskan program yang telah direncanakan dengan Nokia, Microsoft telah membuka toko online dengan bahasa lokal pada penjualan ponsel Nokia, aplikasi, dan servis di 28 negara, termasuk China.

Dengan kompetisi di pasaran gadget yang tidak akan dapat dihindari, mengingat saat ini Apple cukup mendominasi dalam persaingan di pasaran gadget. Vice president Microsoft, Terry Myerson optimis terhadap strategi, pemasaran, pengembangan dan penjualan bisnis Windows Phone, dengan bandrol harga yang murah mampu meningkatkan potensi penjualan dari Nokia Lumia hingga mencapai 60 persen.

"Ini akan memungkinkan, banyak orang, khususnya di China, yang dapat mendapatkan pengalaman dari Windows Phone. Ini adalah tahun yang besar untuk miliaran konsumen Windows Phone." ujar Myerson.

Hal senada diungkapkan oleh Neil Mawston, seorang analis dari Strategy Analytics, ia mengatakan bahwa model Nokia Lumia yang baru akan membantu Nokia dan Microsoft untuk mencapai dua kali lipat portofolio mereka. Sebagian besar produk dengan harga murah dan juga ditambah dengan distribusi yang lebih tinggi dapat mencapai pangsa pasar yang lebih.

Sementara itu, ponsel yang menggunakan platform Android menurut hasil riset dari Strategy Analytics saat ini memegang 51% pangsa pasar, diikuti Apple sebesar 24%, Symbian (Nokia) dengan 12% dan Research In Motion (RIM) Blackberry dengan 9%.

Related posts