Semester I, Penerimaan Pajak Capai 40,48%

NERACA

Jakarta – Pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencapai Rp1.424 Triliun. Hingga semester I-2018, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan yang bertanggungjawab untuk mengumpulkan penerimaan pajak mencatat penerimaan pajak mencapai Rp581,5 triliun atau mencapai 40,84% dari target. "Sampai semester I-2018, total penerimaan yang dikelola pajak adalah Rp 581,5 triliun atau 40,84% dari target," kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan di Jakarta, Selasa (10/7).

Dia menyebut, total penerimaan tersebut berasal dari PPh non migas, PPh migas, PPN, dan PPNBM. Penerimaan pajak yang sebesar Rp 581,5 triliun ini juga tumbuh sekitar 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Robert mengungkapkan, untuk jenis pajak PPh Pasal 21 tumbuh 22,23%, PPh Pasal 22 impor tumbuh 28%, PPh badan yang dibayarkan korporasi tumbuh 23,79%, PPh orang pribadi tumbuh 20,06%, dan PPN impor tumbuh 24,29%. “Kalau dilihat by sector, pertumbuhan yang strong itu di sektor pertambangan 79,71%, kedua pertanian 34,25%, perdagangan 27,91%, terakhir industri pengolahan 12,64%," ungkap dia.

Dapat diketahui, target penerimaan negara dalam APBN 2018 ditetapkan sebesar Rp 1.894,7 triliun yang terdiri dari pajak Rp 1.424,0 triliun, bea dan cukai sebesar Rp 194,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 275,4 triliun, dan hibah Rp 1,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut adanya dinamika ekonomi yang positif setelah melihat penerimaan perpajakan pada semester I/2018. Sri menyatakan penerimaan pajak dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) non minyak dan gas bumi pada semester I/2018 tumbuh 14,9% dan disebut lebih tinggi dibandingkan dengan 6% pada periode yang sama tahun lalu dan 7% dalam periode yang sama pada 2016. “Kemudian, penerimaan perpajakan berasal dari PPN tumbuh hampir sama seperti tahun lalu 13,6%, sedangkan pada 2016 PPN tumbuhnya negatif,” tuturnya.

Untuk Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas, Sri menyebut adanya peningkatan 9% pada semester I/2018 dibandingkan dengan penurunan 69% pada semester I/2017 dan penurunan 40% pada semester I/2016. "Dari sisi perpajakan, hal positif lainnya adalah kepatuhan terhadap wajib pajak dalam membayar pajak yaitu SPT [Surat Pemberitahuan] orang pribadi naik 14% dan SPT badan tumbuh 11,2%. Jadi kalau kita lihat dari penerimaan perpajakan kita melihat suatu dinamika ekonomi yang cukup positif," terangnya.

Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Sri menyebutkan sejumlah faktor seperti harga minyak yang lebih tinggi dan kurs rupiah terhadap dolar AS yang melemah membuat penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) minyak dan gas mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi. Kenaikannya mencapai 47,9% pada semester I/2018, meski lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh 115%.

Kemudian ada anggapan bahwa dengan membaiknya penerimaan pajak disebut sebagai cerminan perbaikan perekonomian. Indikator perbaikan perekonomian tersebut bisa dilihat dari pertumbuhan penerimaan per jenis pajak. PPh badan misalnya realisasi per Mei 2018 mencapai Rp104,3 triliun atau tumbuh 26,97%. Sementara itu, PPN dalam negeri realisasinya mencapai Rp102,2 triliun atau tumbuh 12,12%.

Indikasi tersebut juga bisa dilihat berdasarkan pertumbuhan penerimaan per sektornya. Meski turun dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, penerimaan pajak dari sektor manufaktur mampu tumbuh dua digit yakni 15,4%. Kontribusi manufaktur ke penerimaan pajak berkisar 30,03%.

Selain manufaktur, sektor perdagangan juga menunjukkan konsistensi pertumbuhannya. Per Mei 2018, sektor perdagangan tumbuh sebanyak 31,43% dan berkontribusi ke penerimaan pajak sebesar 21,22%. Sementara itu, sektor pertambangan, pertumbuhan sektor ini tercatat paling tinggi yakni sebesar 85,15% . Pertumbuhan sektor tambang yang naik signifikan ini merupakan imbas dari kenaikan harga minyak. bari

BERITA TERKAIT

Ribuan Kendaraan Dinas di Banten Nunggak Pajak

Ribuan Kendaraan Dinas di Banten Nunggak Pajak NERACA Serang - Sekitar 7.500 kendaraan dinas baik milik Pemprov Banten dan juga…

Investor di Bursa Capai 820 Ribu Investor

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, jumlah investor saham per bulan Oktober 2018 mencapai 820.000 investor berdasarkan…

Pembiayaan Adira Capai Rp 31,4 Triliun - Rayakan Hari Jadi Ke-28

NERACA Jakarta – Di hari jadinya ke-28 pada November tahun ini, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk ( Adira Finance)…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN - NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

Ketua BKBM: Kemaritiman Sediakan 45 Juta Lapangan Kerja

NERACA Jakarta - Ketua Badan Kerjasama Usaha Bidang Maritim (BKBM) Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa sektor kemaritiman memiliki potensi lapangan kerja…

INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM DAN MEMILIKI TANAH SUBUR - Kepala Bappenas Prihatin Kondisi Nelayan Miskin

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi nelayan di Indonesia. Dia melihat petani dan…