Indo American Seafood Bidik Laba Rp27 Miliar

NERACA 

Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Indo American Seafood Tbk (ISEA) membidik laba bersih Rp 27 miliar pada tahun 2024. “Capaian kita harap pada 2024 sesuai dengan forecasting yang disampaikan, kalau pendapatan sekitar Rp 390 miliar dan net profit-nya Rp 27 miliar,” kata Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, target laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan yang ditargetkan menjadi sebesar Rp 398,6 miliar tahun ini, meningkat dari Rp 199,2 miliar pada tahun 2023. Tahun ini, Ibnu mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk melakukan ekspansi perdagangan produk hasil perikanan di pasar dunia sebab potensi hasil perikanan yang melimpah baik dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

Sebagai catatan, perseroan berpotensi mendapatkan dana segar sebesar Rp 72,5 miliar dari IPO dengan harga penawaran awal sebesar Rp 220 - Rp 250. Kemudian, dana tersebut akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja perseroan dengan rincian 90% untuk pembelian bahan baku, 5% biaya penjualan dan pemasaran, 4,85% untuk biaya perawatan dan utilitas, serta 0,15% untuk biaya keperluan kantor.

Sepanjang tahun 2023, ISEA membukukan pendapatan sebesar Rp 199,2 miliar. Adapun laba bersih yang dicatatkan sepanjang 2023 adalah Rp 1,7 miliar atau turun dari tahun 2022 sebesar Rp 5,2 miliar. Sesaat setelah pencatatan saham perdana (listing) pukul 09.01 WIB, saham ISEA lompat 16% ke level 290 per saham dari harga perdana Rp 250 per saham.

Hingga pukul 12.53, saham ISEA melonjak 52 poin (20,80%) ke level 302 dengan jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 135,34 juta lembar saham dengan frekuensi sebanyak 20.179 dan nilai transaksi sebesar Rp 39,73 miliar. Selain itu, antusiasme investor terhadap saham ISEA cukup tinggi, dengan kelebihan permintaan  atau oversubscribed sebanyak 12,9 kali.

Sebagai informasi, selain penawaran perdana saham, perseroan juga menerbitkan 145 juta waran seri I secara gratis bagi pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh 1 waran seri I. Di mana setiap 1 waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham dengan harga pelaksanaan Rp 224. Total nilai hasil pelaksanaan waran seri I maksimal Rp 32,48 miliar.

BERITA TERKAIT

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bersama OJK, PNM Gelar Literasi Keuangan Syariah

Bantu pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional Aceh…

Masih Ditopang BSD City - BSDE Bukukan Marketing Sales Rp4,84 Triliun

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2024, emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar…

Catatkan Volume 600 Ribu Ton - OJK Bantah Transaksi Bursa Karbon Dibilang Sepi

NERACA  Jakarta – Optimisme transaksi bursa karbon akan tumbuh, rupanya masih jauh dari target lantaran sepinya transaksi. Namun demikian, Otoritas…