Pendapatan PANI Melesat Tajam 273,68%

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,15 triliun. Pendapatan itu melesat 273,68% dibadningkan periode sama tahun lalu sebesar Rp577,74 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok yang dihimpun perseroan juga meningkat signifikan, dari Rp179,75 miliar pada akhir 2022 menjadi Rp1,08 triliun pada akhir 2023. Alhasil, laba kotor yang dirangkum PANI mencapai Rp1,07 triliun atau naik 171,04% dari tahun lalu.

Setelah diakumulasikan dengan berbagai pendapatan dan beban lainnya, laba perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp270,03 miliar, naik 95,41% secara year-on-year (YoY). Hingga akhir 2023, total aset PANI mencapai Rp33,71 triliun atau naik 20,36% dibandingkan akhir tahun 2022. Sementara itu, liabilitas turun 28,67% yoy menjadi Rp20,49 triliun.

Adapun, ekuitas naik 154,17% yoy ke Rp19,08 triliun. Adapun arus kas setara kas perseroan pada akhir periode Desember 2023 mencapai Rp1,06 triliun, atau turun sebesar 35,19% YoY dari posisi sebelumnya Rp1,65 triliun. Sebagaimana diketahui, Aguan yang juga pendiri Agung Sedayu Group resmi menjabat sebagai Direktur Utama PANI pada 19 Juni 2023, menggantikan Prili Budi Pasravita. Keputusan tersebut berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Aguan menyatakan bahwa dirinya terus mendorong inovasi cemerlang untuk menciptakan pasar optimal di PIK 2 dan profitabilitas berkelanjutan tanpa mengorbankan kepercayaan konsumen. “Saya berharap para pemegang saham dapat melihat pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar yang berkelanjutan di setiap periode dan saya sangat optimis dengan prospek bisnis PANI ke depan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum,” ujarnya.

Sebelumnya, PANI mencetak marketing sales sebesar Rp2,4 triliun pada 2023. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan, yakni Rp2,1 triliun. Perinciannya, marketing sales atau prapenjualan produk komersial mencapai Rp1,1 triliun yang mewakili kontribusi 47% dari total penjualan PANI. Adapun kavling komersial meraih Rp835 miliar, sementara rumah tapak membukukan Rp403 miliar.

Jika dibandingkan dengan tahun 2022, realisasi prapenjualan PANI meningkat 24% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kondisi tersebut menjelaskan pangsa pasar real estate di sisi utara Jakarta masih bisa bertumbuh dan dapat diserap pasar dengan optimal. Aguan menjelaskan bahwa perseroan terus berupaya melakukan inovasi dan meluncurkan produk-produk yang sesuai dengan permintaan pasar.

Hal tersebut kemudian ditranslasikan menjadi target marketing sales. “PANI akan memegang komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan dan menjalankan strategi usaha yang telah dirancang sedemikian rupa untuk sampai ke tujuan jangka menengah dan jangka panjang, paling tidak 5 tahun dari sekarang,”katanya.

 

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…