Genjot Pertumbuhan Bisnis - Tays Bakers Perluas Pasar Domestik di Jabar

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) atau Tays Bakers akan perluas jangkauan pemasaran produknya di pasar domestik, dimulai dengan wilayah Jawa Barat (Jabar). Perluasan ini nantinya meliputi produk-produk atau brand yang diproduksi oleh Tays Bakers. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

CEO Jaya Swarasa Agung, Alexander Anwar mengatakan, berdasarkan data dari laporan perekonomian Bank Indonesia provinsi Jawa Barat pada Februari 20221, Jawa Barat masih menjadi penopang perekonomian nasional dengan pangsa 13,02%, tertinggi ketiga setelah DKI Jakarta. Pertumbuhan ini meliputi berbagai sektor usaha termasuk perdagangan & eceran.

Sejalan dengan hal tersebut, lanjut Alexander, survei pasar TAYS menemukan bahwa potensi pangsa pasar domestik terbesar perusahaan berada di Jawa Barat. Dari survei tersebut, TAYS menemukan peningkatan penjualan dapat dihasilkan oleh kategori Wafer Roll dan Savory Biscuit.“Kami sangat senang bahwa produk kami selama ini telah diterima dengan baik di wilayah Jawa Barat. Tetapi kami juga melihat masih banyak area potensial di wilayah ini yang belum tersentuh. Untuk itu, kami segera menambah titik distribusi untuk memperluas kesempatan bagi konsumen untuk menemukan, membeli dan merasakan produk kami,”kata Alexander.

Dengan ekspansi titik distribusi di Jawa Barat, Alex optimistis TAYS akan mencapai peningkatan penjualan hingga dua sampai tiga kali lipat dari penjualan di tahun-tahun sebelumnya di Jawa Barat. Perluasan titik distribusi di Jawa Barat ini akan segera diikuti oleh ekspansi distribusi di tingkat nasional, termasuk ke wilayah yang selama ini belum tergarap. Hingga saat ini, produk Tays telah tersedia di 30 ribu outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.“TAYS menargetkan perluasan titik distribusi untuk mencapai 100 ribu outlet dalam dua tahun ke depan,”ujarnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya sadar betul bahwa selain kualitas dan keterjangkauan harga produk, distribusi merupakan elemen terpenting dalam mensukseskan produk TAYS di pasar domestik. “Untuk itu, kami berkomitmen memperluas jangkauan distribusi agar produk-produk kami dapat diterima lebih luas lagi di area lainnya di Indonesia,” jelas Alex.

Sebelumnya, Direktur Jaya Swarasa Agung, Andrew Sanusi pernah bilang, perseroan tengah membangun pabrik di Sumedang untuk memproduksi camilan Tricks dengan kapasitas dua kali lipat dari pabrik yang sudah ada. Pembangunan pabrik baru memakan dana hingga Rp80 miliar yang berasal dari dana IPO 2021 lalu.  “Pabrik ditargetkan beroperasi pada akhir 2024. Tentunya dengan melihat perkembangan sumber daya manusia dan cost,” kata Adrew. 

Lebih lanjut, Andrew mengatakan, pabrik tersebut akan memiliki dua line produksi Tricks. Dirinya mengklaim pabrik yang masih baru akan memiliki flow produksi yang lebih cepat dibandingkan pabrik yang lama.

 

BERITA TERKAIT

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Sentimen Bursa Asia Bawa IHSG Ke Zona Hijau

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/4) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

Anggarkan Capex Rp84 Miliar - MCAS Pacu Pertumbuhan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnisnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) akan memperkuat pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV), bisnis…

Sektor Perbankan Dominasi Pasar Penerbitan Obligasi

NERACA Jakarta -Industri keuangan, seperti sektor perbankan masih akan mendominasi pasar penerbitan obligasi korporasi tahun ini. Hal tersebut disampaikan Kepala…