Perkuat Pelayanan, LPDB-KUMKM Tetapkan Core Values BerAkhlak

NERACA

Jakarta - Peningkatan pelayanan dan integritas lembaga menjadi bagian penting bagi Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk terus tumbuh dan memberikan pelayanan pinjaman atau pembiayaan koperasi di seluruh Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM adalah menetapkan core values (BerAkhlak) yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif, yang sudah menjadi bagian Nilai-nilai Dasar Kementerian dan Lembaga pemerintah pusat maupun daerah.

Dengan tagline “Bangga Melayani Bangsa” core values menjadi penting bagi LPDB-KUMKM untuk menjadi budaya kerja bagi para insan LPDB-KUMKM.

"Kita mempunyai satu fokus Indeks Kinerja Utama (IKU) yang sudah diterapkan sejak tiga tahun lalu, dan sudah mulai fokus dan menjadi culture bekerja berdasarkan kinerja prestasi dengan akhlak," kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo dalam keterangannya, Selasa (13/2).

Supomo meyakini, dengan adanya core values ini, maka seluruh insan LPDB-KUMKM akan semakin fokus, dan bisa memberikan pelayanan yang prima dalam mendukung sektor koperasi.

"Saya sangat membuka diri untuk diskusi terkait kinerja secara langsung dan membuat LPDB-KUMKM semakin dinamis transformasi-nya, dan kinerjanya, karena ada unsur Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif," kata Supomo.

Supomo menambahkan bahwa program internalisasi core values BerAKHLAK merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan budaya kerja yang positif dan membangun organisasi yang bertanggung jawab.

"Yang saat ini menjadi penting bagi kita semua adalah membuat LPDB-KUMKM semakin berlayar, semakin maju, dan berkembang lebih baik," ungkap Supomo.

6 Tahapan Implementasi Core Values

Langkah-langkah konkrit telah dirancang untuk melaksanakan program ini melalui berbagai tahapan.

"Dimulai dengan sosialisasi kepada seluruh elemen LPDB-KUMKM untuk membangun pemahaman tentang budaya kerja BerAKHLAK dan membangun komitmen bersama untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," kata Supomo.

Selanjutnya, melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana perilaku BerAKHLAK diimplementasikan dalam budaya organisasi saat ini.

Kemudian, membangun pemahaman dan kesadaran para Direksi dan Kepala Divisi tentang pentingnya transformasi kepemimpinan dengan meningkatkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi.

"Membentuk agen perubahan yang diharapkan dapat menjadi role model atau duta perubahan budaya kerja  Melakukan pengawasan implementasi budaya kerja menggunakan aplikasi. Terakhir Memastikan core values BerAKHLAK terinternalisasi pada seluruh pegawai LPDB-KUMKM," ujar Supomo.

Adapun kegiatan kick-off core values BerAKHLAK ini merupakan langkah awal dalam perjalanan untuk membangun budaya organisasi yang kuat dan bertanggung jawab.

"Dengan komitmen dan kerja sama dari seluruh elemen LPDB-KUMKM, diharapkan tujuan ini dapat tercapai guna memperkuat budaya kerja yang bertanggung jawab dan beretika, sebagai pondasi bagi kemajuan organisasi." pungkas Supomo. (Mohar/Rin)

 

 

BERITA TERKAIT

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

NERACA Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI untuk menggunakan hak angket lembaga negara ini, guna…

Luncurkan Fintech Media Toolkit, Amartha dan CELIOS Dorong Impact Investing

NERACA Jakarta - Merujuk data Bank Dunia, sekitar 97,74 juta orang dewasa di Indonesia masuk kategori unbanked. Ini artinya setara…

Ketiga Kalinya Togap Marpaung Melawan Presiden RI di MA Permohonan HUM Perpres 54/2018 Terkait Pencegahan Korupsi

Oleh: Togap Marpaung (insan pengawas nuklir, dipaksa pensiun)  Permohonan hak uji materiil  (HUM) ketiga ke Mahkamah Agung merupakan rangkaian HUM…

BERITA LAINNYA DI Ekonomi Daerah

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

NERACA Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI untuk menggunakan hak angket lembaga negara ini, guna…

Luncurkan Fintech Media Toolkit, Amartha dan CELIOS Dorong Impact Investing

NERACA Jakarta - Merujuk data Bank Dunia, sekitar 97,74 juta orang dewasa di Indonesia masuk kategori unbanked. Ini artinya setara…

Ketiga Kalinya Togap Marpaung Melawan Presiden RI di MA Permohonan HUM Perpres 54/2018 Terkait Pencegahan Korupsi

Oleh: Togap Marpaung (insan pengawas nuklir, dipaksa pensiun)  Permohonan hak uji materiil  (HUM) ketiga ke Mahkamah Agung merupakan rangkaian HUM…