Permasalahan Transportasi - Belasan Ribu Angkutan Umum Tak Layak Jalan

NERACA

 

Jakarta - Masalah kemacetan di Jakarta, tidak terlepas dari buruknya pelayanan dan kondisi transportasi angkutan umum. Data dari hasil kalkulasi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Organda DKI Jakarta menyebutkan 22.776 angkutan umum dari berbagai jenis usianya sudah tua. Ironisnya, dari jumlah tersebut, 16.460 unit angkutan diantaranya sudah tak lagi layak beroperasi.

Tak heran, masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, persoalan transportasi Jakarta yang tidak layak jalan merupakan masalah lama, namun tidak pernah ada penyelesaiannya.

"Untuk mengatasi hal tersebut harus ada campur tangan pemerintah baik pusat atau daerah. Untuk mengatasi ini, pemerintah bisa memberikan perhatian dengan insentif pajak untuk angkutan umum atau bantuan fasilitas berupa bunga kepada pengusaha angkutan. Sebab selama ini penghasilan yang diterima awak transportasi angkutan tak sebanding dengan biaya pengoprasian kendaraan," jelasnya di Jakarta, Kamis (13/9).

Danang menjelaskan, keadaan transportasi di Jakarta secara kinerja kecepatan kendaraan pribadi dengan tidak mencapai 15 km per jam. Sehingga, hal ini yang membuat posisi daya saing sudah tidak kompetitif lagi. “Karena, akibat kemacetan ini, sejumlah kerugian akan melanda. Salah satunya adalah kerugian secara ekonomi. Bahkan jika dikalikan setahun, kerugian secara ekonomi bisa mencapai triliunan rupiah. Bahkan, telah menghabiskan 6-8% PDB untuk biaya transport, padahal standar internasional hanya 4%,” terangnya.

Armada Tambahan

Menurut dia, paling tidak Jakarta membutuh tambahan 20-30 ribu angkutan umum, tapi sangat disayangkan, 30% dari separuh pengguna kendaraan umum kini sudah beralih menjadi pengendara mobil pribadi dan kendaraan bermotor. Padahal, sepuluh tahun lalu, dari 20 juta pengguna jalan, 50% menggunakan angkutan umum.

Pindahnya para pengguna kendaraan umum ke moda angkutan motor roda dua, karena ongkos yang dikeluarkan menjadi lebih murah. Selama ini, para pengguna sepeda motor memilih bekerja menggunakan transportasi kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Karena pengguna kendaraan pribadi masih menganggap transportasi publik belum nyaman. Maka, kendaraan pribadi dianggap lebih nyaman dan efisien. Walau, tidak seluruhnya benar.

Lalu, bagaimana penyelesaian kemacetan di Jakarta. “Kalau bicara tentang menyelesaikan transportasi, harus dipastikan orang yang ada di dekat Jakarta misalnya Jabodetabek, mengalami kemajuan. Misalnya dalam kurun waktu  5-10 tahun, kecepatan tempuh meningkat dari 13 km per jam menjadi 18 km per jam,” ujar Danang.

Tapi, lanjut dia, tidak ada progress, dulu macet dan sekarang tambah macet. Salah satu sebabnya adalah arus urbanisasi semakin lama semakin bertambah, dan kecenderungannya mereka memiliki mobilitas yang tinggi. Mengingat kendaraan massal kurang memadai maka, mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. “Inilah salah satu sebab, kemacetan, setiap hari bertambah. Jika hal ini terus dibiarkan, saya khawatir kondisi di Jakarta akan semakin parah, karena masyarakat akan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Riset Inovatif dan SDM Unggul Mendorong Pembangunan Kelautan dan Perikanan

NERACA Bogor - Keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia tidak lepas dari peran penting dari riset inovatif dan sumber…

Pertamina Targetkan Uji Coba Produksi Green Avtur Akhir Tahun 2020

NERACA Jakarta- Setelah sukses melakukan ujicoba produksi Green Diesel D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari, Pertamina kini…

Innovating Jogja Tumbuhkan IKM Kerajinan dan Batik

Jakarta - Industri kecil menengah (IKM) kerajinan dan batik merupakan sektor yang cukup tangguh di masa-masa krisis. Hal ini dibuktikan…

BERITA LAINNYA DI Industri

Riset Inovatif dan SDM Unggul Mendorong Pembangunan Kelautan dan Perikanan

NERACA Bogor - Keberhasilan pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia tidak lepas dari peran penting dari riset inovatif dan sumber…

Pertamina Targetkan Uji Coba Produksi Green Avtur Akhir Tahun 2020

NERACA Jakarta- Setelah sukses melakukan ujicoba produksi Green Diesel D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari, Pertamina kini…

Innovating Jogja Tumbuhkan IKM Kerajinan dan Batik

Jakarta - Industri kecil menengah (IKM) kerajinan dan batik merupakan sektor yang cukup tangguh di masa-masa krisis. Hal ini dibuktikan…