Menggali Potensi Kapitalisasi Pasar Untuk Pembangunan

Menjadi pasar modal teraktif dengan pencatatan jumlah penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) terbesar di kawasan ASEAN sejak 2018, rupanya belum mampu mendorong pertumbuhan kapitalisasi lebih agresif lagi. Padahal masih ada potensi peluang pertumbuhan dibandingkan dengan negara lain, seperti jumlah populasi masyarakat hingga potensi bonus demografi.

Kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, rasio kapitalisasi pasar modal Indonesia hanya 48%. Ini menggambarkan kontribusi sektor keuangan domestik terhadap perekonomian masih relatif kecil dibandingkan dengan negara-negara Asean."Sementara negara-negara di sekitar kita Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina bisa memiliki rasio kapitalisasi pasar modal  mendekati 100%,”ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Menkeu menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan peranan pasar modal sebagai salah satu sektor keuangan yang bisa jadi perantara yang baik dan produktif. Sektor keuangan Indonesia saat ini masih  berorientasi terhadap akumulasi dana yang sifatnya jangka pendek. Alhasil sangat menyulitkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Pasalnya pendanaan untuk perekonomian lebih banyak membutuhkan sumber dana jangka panjang.

Sebut saja untuk pembangunan infrastruktur yang biasanya membutuhkan dana besar dan kemudian kemampuan mengembalikan dalam jangka waktu yang panjang sekita 20-30 tahun.  Dengan demikian, Menkeu menekankan pentingnya memperdalam kemampuan sektor keuangan di Indonesia untuk jangka panjang. Dirinya pun menyayangkan sektor keuangan masih  didominasi oleh perbankan yang menyentuh 80% dari aset sektor keuangan yang ada di perbankan dengan mayoritas dalam bentuk  deposito atau simpanan berjangka pendek di bawah 5 tahun.

Di sisi lain, sektor yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi dana jangka panjang seperti industri asuransi dan dana pensiun kontribusinya dalam sektor keuangan hanya 14%. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat dan mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan. "Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kita terutama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk terus mampu membangun sektor keuangan yang mampu mengumpulkan dan memobilisasi dana dalam jangka panjang, yang kuat dan kredibel,"ungkap Sri Mulyani.

Terlepas dari rasio kapitalisasi pasar yang masih rendah, namun tren pertumbuhan masih ada. Hal itu terlihat pasca pandemi, kapitalisasi pasar modal mengalami pertumbuhan. Disebutkan, total nilai kapitalisasi pasar saham pada akhir tahun 2021 tercatat sebesar Rp 8.255,62 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 18,4% (yoy). Hal inipun diakui PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi gambaran dan optimisme prospek industri pasar modal akan makin cerah ke depannya.

Selama 10 Bulan, OJK: Kapitalisasi Pasar Modal Capai Rp9.200 triliun

Tidak hanya itu, pihak BEI menyebutkan banyak pencapaian bursa yang berhasil memecahkan rekor dan hasil positif sepanjang perjalanan ke-45 kembali diaktifkannya pasar modal. Disampaikan Direktur Utama BEI, Iman Rahman, di tengah tantangan pandemi global sejak tahun 2022 ini, pasar modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang positif. “Per 8 Agustus yang lalu, pertumbuhan kita masih sebesar 7,68% dan saat ini masih merupakan yang tertinggi di kawasan ASEAN,” ujarnya.

Pada 21 April lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga monerhkan rekor tertinggi yaitu 7.267. Namun, kemudian IHSG tertekan kembali akibat berbagai sentimen negatif terutama dari sisi eksternal. Namun, Iman memaparkan dalam tiga hari terakhir IHSG kembali ke level 7.000, setelah sempat turun hingga ke level 6.800-an. Pada Selasa, 9 Agustus kemarin, IHSG ditutup di level 7.102, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp9.300 triliun.

Iman mengatakan, rata-rata transaksi harian selama tahun 2022 ini meningkat 15% ytd menjadi Rp15,4 triliun. Namun hal tersebut jangan berpuas diri, sebaliknya terus berbenah diri seiring dengan tantangan industri pasar modal yang terus berkembang dan dinamisnya kebutuhan investasi masyarakat.

Diakui Iman, tantangan di industri adalah tidak hanya berbicara soal kuantitas atau jumlah emiten yang melantai di Bursa tetapi bagaimana ke depan memperoleh emiten dengan kualitas-kualitas yang memang bisa memperoleh kinerja yang baik di pasar modal untuk fund rising ke depannya.

Selain itu, tantangan dibalik melesatnya kapitalisasi pasar modal juga tuntutan peran dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tercatat, nilai kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) BEI mencapai Rp 9.335 triliun per Jumat (12/8). Kenaikan nilai ini disebabkan oleh beberapa hal.  Menurut Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, kenaikan nilai kapitalisasi pasar ini disebabkan oleh dua hal, initial public offering (IPO) baru dan kenaikan harga saham emiten yang sudah melantai. 

Sementara analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Desy Israhyanti menilai, kenaikan kapitalisasi tersebut juga didorong dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang cukup masif. Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menaruh asa, kedepan pasar modal bisa memberikan kontribusi dan stabilitas bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, pasar modal Indonesia adalah barometer dan sekaligus temperature check dan refleksi dari daya tahan dan kekuatan Indonesia secara menyeluruh.

BERITA TERKAIT

Dinilai Melanggar UU KPK - Lagi, Bumigas Polisikan Mantan Anggota KPK Pahala Nainggolan

Kuasa hukum PT Bumigas Energi, Khresna Guntarto akan mempolisikan mantan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan.…

RMK Energy Bidik Laba Bersih Rp 558,6 Miliar

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan batu bara menjadi sentiment positif bagi emiten pertambangan untuk memacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

Kantongi Pinjaman - Transcoal Pacific Bakal Tambah 20 Kapal Baru

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) melalui anak usahanya PT Sentra Makmur Lines…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dinilai Melanggar UU KPK - Lagi, Bumigas Polisikan Mantan Anggota KPK Pahala Nainggolan

Kuasa hukum PT Bumigas Energi, Khresna Guntarto akan mempolisikan mantan Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan.…

RMK Energy Bidik Laba Bersih Rp 558,6 Miliar

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan batu bara menjadi sentiment positif bagi emiten pertambangan untuk memacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

Kantongi Pinjaman - Transcoal Pacific Bakal Tambah 20 Kapal Baru

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) melalui anak usahanya PT Sentra Makmur Lines…