Social Bread Siap Bantu UMKM untuk Tumbuh dengan Manfaatkan Sosial Media

 

NERACA

Tangerang - Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menangah (UMKM) kerap mendapatkan kesulitan dalam mengelola bisnisnya secara digital lewat platform sosial media. Padahal, sosial media bisa memberikan dampak besar dalam pemasaran pelaku usaha tersebut. Hal itulah yang mendasari Social Bread sebagai sebuah platform yang dapat menjembatani antara pelaku UMKM dan brand lokal dengan para content creator untuk membantu pengelolaan media sosialnya. 

Tak hanya itu, Social Bread juga membuat ekosistem digital hub yang akan memfasilitasi para content creator untuk berkreasi mulai dari proses syuting dan pembuatan konten, pengembangan diri melalui kelas dan program influencer, serta program kreatif lainnya sejalan dengan core value dari Creative Hub yakni Impactful, Purpose Driven, dan Relevant. 

Hingga kini, sudah ada 5.000 content creator dari seluruh Indonesia yang terdaftar dalam Creator Hub untuk bekerja sama dalam membangun ekosistem bisnis digital yang lebih baik. CEO & CO-Founder Social Bread, Edho Zell mengatakan pihakny melalui Creator Hub menawarkan kesempatan baru bagi para pebisnis untuk mendapatkan pengelolaan media sosial secara langsung oleh content creator dan influegcer. "Kami berbeda dari creative agency maupun digital agency, Creator Hub akan menyiapkan para content creator yang handal dan berkualitas untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengelola kegiatan bisnisnya. Sebelumnya, kami juga telah membina mereka melalui berbagai program pelatihan seperti Influencer Class, Influencer Academy, dan program pengembangan lainnya. Di sini, kami akan pertemukan mereka yang bersama-sama masih berproses agar saling memberikan dampak signifikan," katanya, saat grand opening Creator Hub di The Brezee BSD City, Senin (21/11). 

Sementara itu, Komisaris Social Bread sekaligus Praktisi Teknologi - Herman Wijaya menjelaskan Social Bread selalu berkomitmen untuk membantu para pelaku UMKM di Indonesia agar lebih maju serta mendorong pertumbuhan content creator yang lebih unggul dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara. "Kami melihat bahwa sektor UMKM ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia sehingga perlu dilengkapi dengan digital empowerment. Di sinilah Social Bread hadir dari Indonesia untuk Indonesia," jelasnya. 

Dukungan juga datang dari CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land lrawan Harahap. Ia menyampaikan Digital Hub selama ini dikenal sebagai kawasan yang ditujukan bagi komunitas serta sejumlah perusahaan teknologi dan digital papan atas berskala nasional hingga internasional. "Hadirnya Social Bread melalui pembukaan Creator Hub di sini menjadi bukti nyata bahwa kawasan Digital Hub juga sangat inklusif untuk segala kalangan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia agar bisa bersaing di era digital,” tukasnya.

Sebagai perusahaan startup baru, Social Bread telah mengambil peranan yang besar dalam perkembangan UMKM di Indonesia. Melalui kerja keras seluruh tim dari Social Bread dan mitra content creator, Social Bread telah membantu lebih dari 500 pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya melalui media sosial. Seperti bagaimana brand Iokal baru yang semula tidak mempunyai followers, dengan adanya bantuan dari Social Bread beberapa brand lokal dan UMKM seperti Imnida dan Larocking kini telah memiliki ratusan ribu followers serta berhasil meraih Gross Margin Value hingga Rp1 Miliar hanya dalam waktu satu bulan. 

Social Bread senantiasa terus berkembang dan menyediakan inovasi terbaik untuk mendukung kemajuan sektor UMKM serta kesejahteraan para content creator di Indonesia. Dengan menawarkan biaya jasa layanan yang sangat terjangkau dan kualitas yang unggulan menjadi upaya Social Bread dalam merangkul bisnis kecil. Pada tahun 2023 mendatang, Social Bread juga akan menyiapkan jasa pengelolaan five shopping streamer bagi para pelaku UMKM agar turut dapat mengikuti tren pasar yang terus berkembang hingga saat ini. 

Dalam mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia, Sinar Mas Land turut mengambil bagian dengan meluncurkan sebuah kawasan bernama Digital Hub seluas 25,86 hektare pada 2017 lalu. Kawasan ini ditujukan bagi komunitas dan sejumlah perusahaan teknologi dan digital, mulai dari startup, technology leaders, hingga institusi pendidikan di bidang teknologi informasi (TI) science. Saat ini, pengembangan secara fisik infrastruktur dan fasilitas telah dinikmati oleh sejumlah perusahaan di bidang teknologi di antaranya NTT, Traveloka, Apple Developer Academy, SIRCLO, MyRepublic, BIZZY, AWS Academy, hingga Monash University. 

 

 

BERITA TERKAIT

Niantic Inc Luncurkan Pokemon GO dalam Bahasa Indonesia

  Jakarta – Niantic Inc. meluncurkan Pokémon GO dalam Bahasa Indonesia. Para Pelatih kini dapat menyetel pengaturan bahasa game menjadi…

Kolaborasi dengan Kredivo - Telkomsel PayLater Beri Kemudahan Layanan Keuangan Digital

Bantu perluas akses layanan keuangan digital, Telkomsel bersama Kredivo meluncurkan layanan aplikasi Telkomsel PayLater. Dimana layanan ini telah terintegrasi dengan…

Synology Siapkan Ragam Produk untuk Mengatasi Tantangan IT di 2023

NERACA Jakarta – Synology memperkenalkan solusi mendatang yang membantu bisnis menjadi lebih resilient dan dapat mengatasi tantangan IT dengan lebih…

BERITA LAINNYA DI Teknologi

Niantic Inc Luncurkan Pokemon GO dalam Bahasa Indonesia

  Jakarta – Niantic Inc. meluncurkan Pokémon GO dalam Bahasa Indonesia. Para Pelatih kini dapat menyetel pengaturan bahasa game menjadi…

Kolaborasi dengan Kredivo - Telkomsel PayLater Beri Kemudahan Layanan Keuangan Digital

Bantu perluas akses layanan keuangan digital, Telkomsel bersama Kredivo meluncurkan layanan aplikasi Telkomsel PayLater. Dimana layanan ini telah terintegrasi dengan…

Synology Siapkan Ragam Produk untuk Mengatasi Tantangan IT di 2023

NERACA Jakarta – Synology memperkenalkan solusi mendatang yang membantu bisnis menjadi lebih resilient dan dapat mengatasi tantangan IT dengan lebih…