Dorong Pertumbuhan Industri Halal - Hipmi Jaya Gencar Edukasi Sertifikasi Halal bagi UMKM

Dukung pertumbuhan industri halal yang memiliki potensi pasar yang menjanjikan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya dan Jakarta Timur konsisten mengedukasi usaha mikro kecil dan menengah (UKM) makanan serta minuman untuk mendapatkan sertifikasi halal. Sebagai bukti nyata, Hipmi Jaya dan Hipmi Jakarta Timur menggelar pelatihan dan pendampingan terhadap UKM.

Ketua Badan Otonom Hipmi Jaya, Ariguna Napitupulu mengatakan, pelatihan dan pendampingan bertujuan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendaftarkan serta mendapatkan sertifikasi halal bagi produk – produk UMKM baik makanan maupun minuman,”Salah satu edukasi agar UMKM bersertifikasi halal dengan menggelar kegiatan Road To Hipmi Jaya Syariah Academy 2023,"ujarnya di Jakarta, Selasa (4/10).

Pihaknya menggandeng Istiqlal Global Fund (IGF) untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi UMKM. Disampaikan Ariguna, produk UMKM makanan dan minuman milik anggota Hipmi Jaya sudah tersertifikasi halal pada 2024."Pada 2024 seluruh UMKM wajib sertifikasi halal. Langkah ini pun sebagai upgrade skill bagi anggota agar produknya banyak diminati masyarakat," katanya.

Di samping itu, Hipmi Jaya terus mengedukasi Himpi Perguruan Tinggi agar mereka mampu meningkatkan kapasitas usaha ke jenjang lebih tinggi. Dia beralasan, pengusaha Hipmi Perguruan Tinggi sebagian besar bergerak di sektor makanan dan minuman."Mayoritas memang belum berbadan hukum. Kalau sudah berbadan hukum nanti gampang untuk mendapatkan sertifikasi halal," ujarnya.

Sementara Ketua Umum Hipmi Jakarta Timur, Muhammad Arif mengatakan, pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM sebagai langkah perbaikan ekonomi usai pandemi Covid-19."Apalagi pemerintah sudah mengisyaratkan pandemi dinyatakan berakhir dalam waktu dekat,"jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah terjun langsung ke lapangan melihat kondisi UMKM yang sudah mulai pulih. Bahkan, kata dia, Hipmi Jakarta Timur menggandeng masjid untuk dijadikan sentra ekonomi bagi produk UMKM makanan dan minuman bersertifikat halal."Masjid di Jakarta bisa menjadi percontohan nantinya jika masjid menyediakan tempat untuk sentra ekonomi," katanya.

Kata Direktur Pengembangan Usaha Halal dan Ekonomi Keuangan Syariah IGF BPMI, Dwi Andayani mengatakan sertifikasi halal penting dilakukan agar produk UMKM dipercaya konsumen."Kami melakukan pendampingan kepada UMKM karena dokumen yang diurus cukup banyak," ujarnya.

Pihaknya optimistis target sertifikasi halal pada 2024 akan terpenuhi bagi UMKM di Jakarta.

BERITA TERKAIT

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Percepatan Transformasi Digital Perluas Akses Keuangan UMKM

Percepatan transformasi digital telah memperbesar peluang bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk menjangkau…

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…