Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA

Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank Woori Bersaudara Tbk (SDRA) sebesar US$ 7,34 juta. Angka tersebut setara dengan 66% dari nilai pinjaman awal. Dimana pembayaran tersebut lebih cepat 1,5 tahun dari jadwal cicilan mula mula. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Direktur Utama Pelita Samudera, Iriawan Ibarat, tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha atas percepatan pelunasan ini.”Perseroan mampu membukukan penambahan kas yang sehat karena didukung oleh kondisi bisnis yang kuat, membuat perseroan mampu melunasi beberapa fasilitas pinjaman jangka panjang tahun ini,”ujarnya.

Perseroan, terang dia, telah terlebih dahulu melunasi fasilitas pinjaman jangka panjang dari Citibank pada awal tahun, sehingga total pokok dan bunga yang sudah dibayarkan mencapai US$ 21,4 juta. Hingga semester 1-2022, rasio utang terhada ekuiti (debt to equity ratio/DER) perseroan turun ke level 11,04%, dibandingkan 27,57% pada semester I-2021. Gearing ratio menjadi -23,4%, kas bersih mencapai US$ 28,6 juta, dan return of equities (ROE) lebih baik menjadi 15,41% atau 2,1 kali.

Adapun,laba per saham per semester I-2022 bertambah hampir tiga kali menjadi Rp 51, dibandingkan Rp 19 pada periode yang sama tahun lalu. Per 30 Juni 2022, total volume angkutan PSSI tercatat lebih dari 13,8 juta metrik ton.

Di samping itu, EBITDA PSSI bertambah menjadi US$ 26,1 juta di semester pertama 2022 dari sebelumnya US$ 16,5 juta pada Juni 2021 yang menunjukkan bahwa PSSI mampu menghasilkan profitabilitas yang semakin baik. Sementara, laba bersih periode berjalan Pelita Samudera Shipping tumbuh 160% atau lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 18,8 juta dari sebelumnya $7,2 juta. Kenaikan laba di antaranya juga didorong kinerja yang lebih baik dari seluruh aset PSSI dengan tingkat utilisasi yang tinggi antara 85%-95%.

Tahun ini, emiten pelayaran ini mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar US$ 25,7 juta. Dimana dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan kapal dan hingga semester pertama telah diserap sebesar US$ 3,2 juta. Di sepanjang kuartal ketiga 2022 ini Pelita Samudera baru saja membeli satu unit floating crane. Sementara untuk penambahan armada lainnya, saat ini masih dalam tahap penjajakan.

 

BERITA TERKAIT

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

Kebijakan Vaksin Lansia Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Lindungi Para Nasabah - OJK Atur Cara Pailitkan Perusahan Efek

NERACA Jakarta – Menyikapi beberapa perusahaan efek terlilit masalah finansial atau utang hingga berdampak dirugikannya para investor mendorong Otoritas Jasa…

Lagi, SMMT Tebar Dividen Rp 47,25 Miliar

NERACA Jakarta – Berhasil torehkan kinerja positif, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) bakal membagikan dividen interim sebesar Rp47,25 miliar…

Kebijakan Vaksin Lansia Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/11) sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup…