Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA

Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal pekan kemarin, dibuka menguat sebesar 20,95% atau 22 poin ke posisi 127. Adapun, saham perseroan telah bergerak dalam rentang 104 - 138 dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp186 miliar. Saham KKES telah mencatatkan transaksi sebesar 558,48 juta saham senilai Rp67,06 miliar.

Direktur Utama Kusuma Kemindo Sentosa, Kiki Rusmin Sadrach dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, aksi kali ini merupakan tonggak sejarah baru bagi perseroan. Dimana perseroan memiliki peluang yang sangat baik untuk berkembang karena produk-produknya banyak digunakan di berbagai sektor industri antara lain kulit, tekstil, industri cat, plastik, pipa, makanan dan sebagainya. “Melihat prospek dan peluang yang baik pada industri yang menggunakan bahan kimia tersebut, perseroan berupaya mengembangkan usahanya dan menghimpun dana lewat bursa saham,” ungkapnya.

Penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham dari perusahaan distribusi kimia tersebut juga mendapat respon positif dari berbagai investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) sekitar 30,45 kali. Pada tanggal 2 Agustus hingga 4 Agustus 2022, perseroan mulai menawarkan sebanyak 300 juta saham baru lewat penawaran umum perdana saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Saham yang bernilai nominal Rp10.- per saham tersebut ditawarkan di harga Rp105,- per saham sehingga Perseroan meraih total dana sebesar Rp31,5 miliar. Saham tersebut akan tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia. Dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95% akan digunakan sebagai  modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perseroan dengan rincian antara lain: 30% untuk biaya operasional dan 65% untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok.

Sisanya sebesar 5% akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory dan logistic. Di tahun 2021, perseroan memiliki aset sebesar Rp112,10 miliar dibandingkan Rp103,56 miliar pada 2020.  Pada Maret 2022 (unaudited), aset tersebut naik menjadi Rp119,21 miliar. Sementara itu liabilitas perseroan per Maret 2022 juga sebesar Rp83,98 miliar. Pada akhir 2021, liabilitas Perserson sebesar Rp80,74 miliar dan Rp90,94 pada 2020.

Sedangkan ekuitas pada akhir Maret 2022 (unaudited) mencapai Rp35,23 miliar dan pada 2021 tercatat Rp31,96 miliar naik dari Rp12,62 miliar yang dibukukan pada 2020. Perseroan juga membukukan pertumbuhan pendapatan pada 2021 menjadi Rp 226,40 miliar dari Rp205,05 miliar. Sedangkan pada Maret 2022, perseroan membukukan pendapatan (unaudited) sebesar Rp62,37 miliar.

Perseroan meraih laba kotor pada 2021 sebesar Rp43,88 miliar naik dari 2020 yang sebesar Rp35,35 miliar. Per Maret 2022, Perseroan membukukan laba kotor Rp13,09 miliar sedangkan laba tahun berjalan per Maret 2022 (unaudited) sebesarRp3,87 miliar. Perseroan pada tahun 2021 mencatat prestasi gemilang dengan diraihnya laba tahun berjalan mencapai Rp18,49 miliar setelah pada tahun 2020 membukukan rugi Rp8,89miliar.

BERITA TERKAIT

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Bank Bumi Arta Gelar Rights Issue - Tiga Pemegang Saham Nyatakan Siap Eksekusi

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) akan melanjutkan proses Penambahan Modal…

Aksi Beli Investor Asing Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa sore (4/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa…

Pelita Samudera Bayar Utang US$ 7,34 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah mencicil fasilitas pinjaman berjangka kepada PT Bank…