Bersinergi Dengan KSI - PPRO Bangun Kawasan Landed House di Krakatau Urban Valley

Dorong pertumbuhan bisnisnya, PT PP Properti Tbk (PPRO) bekerjasama PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) kembangkan kawasan Krakatau Urban Valley. Dalam MoU (Memorandum of Understanding), kedua anak perusahaan BUMN berencana kembangkan kawasan perumahan di atas lahan milik KSI dengan luas sekitar 180 Ha (di luar area golf, hotel, dan Transmart) yang terletak di Kota Cilegon, Banten.

Untuk kawasan industri sendiri, di luar Krakatau Steel dan Krakatau Posco, saat ini terdapat sekitar 8.000 orang karyawan di area tersebut. Direktur PPRO, Fajar Saiful Bahri dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, Cilegon menjadi lokasi pilihan yang tepat karena kondisi Kawasan Industri Cilegon yang sedang berkembang. Dimana saat ini beberapa existing tenant akan membangun pabrik baru untuk menambah kapasitasnya,”ungkapnya.

Hal ini, lanjutnya, akan meningkatkan potensi demand hunian di Cilegon. Kedepannya dalam
perencanaan jangka panjang, kawasan “Krakatau Urban Valley” akan dibangun hunian yang nyaman dengan berbagai macam pengembangan seperti residensial, hotel, komersial, sarana pendidikan dan lainnya.

Ditambahkan Fahar, MoU ini merupakan salah satu bentuk sinergi antar anak BUMN dan diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak, selain memanfaatkan peluang yang tersedia dan competitive advantage bagi masing-masing pihak. Asal tahu saja, Krakatau Sarana Infrastruktur merupakan Perusahaan sub-holding yang bergerak dibidang kawasan industri, real estate, pembangkitan listrik, pengelolaan air, jasa kepelabuhan, teknologi informasi dan jasa industri lainnya.

Sementara tahun ini, PPRO menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun atau turun dibandingkan target tahun lalu Rp 1,7 triliun. Direktur Keuangan PPRO, Deni Budiman pernah mengatakan, proyek yang diandalkan tahun ini antara lain Grand Kamala Lagoon. “Grand Kamala Lagoon diharapkan akan menjadi target kontribusi terbesar pendapatan perseroan pada tahun ini,” jelasnya.

Untuk mengejar target pendapatan, perseroan berencana mempercepat penjualan unit yang ready stock dengan memanfaatkan dukungan dari pemerintah melalui relaksasi PPN. Selain itu, perseroan akan memperbesar pengembangan produk rumah tapak, dan melakukan program Kementerian BUMN terkait asset recycling dalam bentuk divestasi saham anak perusahaan dan penjualan lahan.

Di samping itu, PPRO juga menyiapkan anggaran belanja modal senilai Rp300 miliar pada 2022. Jumlah ini naik sekitar 23% dari 2021 sekitar Rp243 miliar. Deni menyebutkan bahwa capex tahun ini akan disiapkan untuk menyelesaikan pembangunan mal dan hotel. Sementara itu, sisanya untuk pembangunan kawasan. Sebelumnya, anak usaha dari PTPP ini mengaku optimis proyeksi pendapatan hingga akhir tahun 2021 sebesar Rp 1,7 triliun dan EBITDA sebesar Rp 328 miliar bakal tercapai. (bani)

 

BERITA TERKAIT

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…