Dorong Efisiensi Bisnis - Triputra Agro Merger Dua Cucu Perusahaan

NERACA

Jakarta – Dorong efisiensi bisnis guna mendorong pertumbuhan, emiten perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan merger dua anak usahanya yakni, PT First Lamandau Timber International (FLTI) dan PT Hanamas Jaya Abadi (HJA) pada 1 Juli 2022. Infrormasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Sekretaris Perusahaan TAPG, Joni Tjeng, merger kedua perusahaan merupakan perusahaan terkendali atau cucu perusahaan dari perseroan melalui PT Agro Multi Persada,”Transaksi ini dilakukan dalam rangka efisiensi dan restrukturisasi kelompok usaha. Dalam transaksi ini, HJA akan menggabungkan diri ke dalam FLTI, yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan pengolahan kelapa sawit,”ujarnya.

Sebagai akibat dari transaksi penggabungan, seluruh aktiva dan pasiva dari HJA selaku perseroan yang menggabungkan diri (merging company) akan beralih kepada FLTI selaku perseroan yang menerima penggabungan. Dengan mempertimbangkan hasil penilaian atau valuasi dari KJPP Martokoesoemo, Pakpahan dan Rekan, maka FLTI akan mengeluarkan 5,3 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Disebutkan, nilai perusahaan dari FLTI dan HJA tidak berubah secara keseluruhan dan tidak ada unsur pihak ketiga yang akan turut serta terlibat dalam transaksi dan/atau mengambil keuntungan dari transaksi penggabungan dan penggabungan FLTI dan HJA tidak mengakibatkan adanya aktiva, pasiva, dan modal yang beralih kepada pihak ketiga.

Transaksi ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi TAPG seperti mengembangkan kegiatan usaha yang dapat memberikan nilai tambah, meningkatkan pertumbuhan nilai aset Perseroan, dan memberikan manfaat efisiensi bagi perseroan setelah transaksi efektif. Transaksi ini diharapkan meningkatkan kontribusi laba bersih perseroan di masa mendatang.

PT Triputra Agro Persada Tbk menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp570 miliar untuk tahun 2022. Dana belanja tersebut dialokasikan baik untuk kepentingan penanaman maupun kegiatan penopang operasional lainnya. Secara rinci, sebanyak 61% dari capex tersebut dipergunakan untuk beragam keperluan seperti pembuatan jalan dan perumahan pada fasilitas pendukung pabrik. Sementara itu, sebanyak 19% digunakan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur.

Presiden Direktur TAPG, Tjandra Karya Hermanto pernah bilang, sebanyak 15% dialokasikan untuk penanaman kembali atau replanting dan keperluan lain-lain sebanyak 5%. Secara keseluruhan, Triputra Agro mencatat laba bersih Rp1,19 triliun hingga 31 Desember 2021, atau naik 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun, EBITDA naik 17 persen menjadi Rp2,2 triliun dibandingkan tahun 2020. Total aset TAPG naik 1% menjadi Rp12,4 triliun. Hal ini ditopang oleh kenaikan interest in joint venture dan aktiva tetap.

BERITA TERKAIT

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Resmi Melantai di Bursa, KLIN Siap Perluas Pasar Ekspor

NERACA Jakarta - Produsen alat kebersihan ramah lingkungan PT Klinko Karya Imaji Tbk, (KLIN) telah resmi mencatatkan saham perdana atau…

IPO Moratelindo Oversubscribed 227,35 Kali

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo resmi mencatatkan saham ya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kisaran harga pada…

Resmi Melantai di Bursa - Saham Kusuma Kemindo Melonjak 20,95%

NERACA Jakarta- Debut perdana di pasar modal, perdagangan sahm PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) pada perdagangan Senin (8/8) awal…