WIFI Cetak Laba Bersih Rp 24,8 Miliar

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2021 kemarin, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berhasil membukukan net profit naik hingga 25 kali lipat. Selain itu, perseroan juga berhasil membukukan dari sisi pendapatan dan asset juga meningkat. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata CEO Surge, Hermansjah Haryono, keberhasilan dalam mencapai kinerja positif dari perseroan tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan investor, shareholder, partner, dan masyarakat terhadap misi dan model bisnis dari Surge.”Kinerja Surge yang berhasil melebihi target revenue dengan tingkat profitability yang sangat baik, menjadi validasi terhadap misi kami dalam meningkatkan kualitas hidup publik lewat transformasi digital,”ujarnya.

Disampaikannya, prospek industri digital dan telekomunikasi tentunya masih sangat potensial kedepannya seiring pandemi yang segera bertransisi menuju endemi. Dengan beroperasinya jaringan serat optik yang dimiliki Surge, integrasi seluruh bisnis pilar yang dimiliki perseroan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi kinerja perseroan.

Dalam laporan keuangan Surge tahun 2021 yang telah diaudit, perseroan membukukan net profit atau laba neto tahun berjalan sebesar Rp24,8 miliar, atau naik sebesar 2584% dibanding periode yang sama (Year-on-Year) yang sebesar Rp924 juta. Pencapaian tersebut diperoleh dari sinergi antar produk dalam ekosistem Surge dengan tiga pilar ekosistem terpadu yakni Daily Needs, Connectivity dan Media and Entertainment.

Dengan sinergi tersebut, Surge membukukan total pendapatan sebesar Rp390,9 miliar pada tahun 2021 atau meningkat sekitar 723% jika dibandingkan tahun 2020 yakni Rp47,5 miliar. Keberhasilan Surge mencetak rekor positif didorong dari kesuksesan perseroan mengakselerasi eksekusi proyek dan layanan strategis sepanjang tahun 2021.

Tak hanya itu, Surge juga telah mendapatkan rekognisi baik dari dalam maupun luar negeri dengan kerjasama strategis bersama perusahaan besar nasional, perbankan, hingga perusahaan teknologi kelas global. Melalui berbagai brand dalam ekosistem seperti MacroAd (media periklanan Out-of-Home terintegrasi), Weave (infrastruktur jaringan serat optik), dan Codify (pengembangan teknologi berbasis aplikasi), perusahaan juga terus hadirkan inovasi baru bagi masyarakat dan para partner strategis.

Hal itu tercatat dengan adanya kenaikan total aset sebesar 75% yaitu Rp896 miliar di tahun 2021, di mana sebelumnya aset perseroan tercatat di angka Rp510 miliar pada tahun 2020.

 

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…