Perkuat Kinerja Keuangan - PTPP Bakal Asset Recycling Milik Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Targetkan laba bersih tahun ini tumbuh 18% dan kontrak baru naik 47% dibandingkan realisasi tahun 2021 kemarin, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah menyusun berbagai strategi dan kebijakan bisnis. Selain itu, strategi yang disusun untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan berkelanjutan.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, beberapa strategi perusahaan yang telah disusun di tahun ini, antara lain: peningkatan kapabilitas penetrasi pasar khususnya pada sektor champion yang menjadi keunggulan PTPP pada saat ini, memperbesar dan berfokus pada portofolio milik pemerintah, BUMN, dan kerjasama BUMN, peningkatan pengelolaan investasi, peningkatan kapasitas balancesheet perusahaan dimana salah satunya dilakukan dengan berfokus pada program smart asset recycling termasuk pada asset recycling sektor properti, dsb.

Strategi peningkatan pengelolaan investasi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan program investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. PTPP memiliki opportunity kontrak baru konstruksi dari adanya investasi tersebut. Adapun opportunity tersebut berasal dari pekerjaan proyek infrastruktur maupun pembangunan pabrik di kawasan tersebut. Di tahun ini dan tahun mendatang, PTPP masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti: pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur & utilitas lainnya.

Selain program investasi, di tahun 2022 ini PTPP juga melakukan asset recycling baik untuk sektor properti maupun non properti. Di sektor non properti, PTPP akan melakukan divestasi atau asset recycling pada penjualan peralatan berat konstruksi dimana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk pembaharuan dan investasi alat-alat berat baru yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan anak perusahaan saat ini seperti pada kebutuhan area pertambangan.

Selain itu, PTPP juga akan melakukan asset recycling melalui skema pelepasan saham pada 4 (empat) perusahaan patungan yang didirikan oleh PTPP maupun anak usahanya di sektor properti, pembangkit listrik, dan minyak bumi. Sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan percepatan asset recycling di bidang properti, PTPP bekerjasama dengan PT Danareksa Sekuritas (Persero) akan meluncurkan program percepatan peningkatan kinerja pasca pandemi.

Dengan dilaksanakannya program tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset-aset persediaan properti yang dikelola perseroan. Hal tersebut dilakukan melalui mekanisme pelepasan aset (monetisasi aset) yang telah ditetapkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja PTPP dalam rangka transformasi perusahaan sejalan dengan arahan Menteri BUMN RI Erick Thohir. 

Dalam program ini, PTPP membuka peluang bagi para investor untuk memiliki aset anak perusahaannya yang bergerak dibidang properti. Sebanyak 19 (sembilan belas) aset properti yang dimiliki oleh PT PP Properti Tbk (“PPRO”) dan PT PP Urban (“PPUB”) akan dilepas dalam jumlah besar (bulk). Aset properti tersebut berlokasi di kota-kota besar yang terdiri dari high rise building (student apartment, premium apartment hingga low-medium apartment) dan lahan kosong (landed) dengan total luasan area sebesar 46,1 hektar.

BERITA TERKAIT

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…

BERITA LAINNYA DI Bursa Saham

Dampak Wacana Palabelan BPA - BPOM Diingatkan Potensi Masalah Baru

Para pemangku kepentingan (stakeholders) dari kementerian, akademisi, KPPU, asosiasi industri, dan pakar persaingan usaha meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan…

Perempuan Berpendidikan Tinggi Dorong Generasi Emas

Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR menggelar acara yang terdiri dari Forum Diskusi Inspirasi Kepemimpinan Perempuan,…

Chitose Targetkan Penjualan Tumbuh 21,04%

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di kuartal pertama 2022 sebesar 36,24%, menjadi keyakinan PT Chitose Internasional Tbk (CINT)…